Kebiasaan Balita Yang Mengkhawatirkan

balita

Kebiasaan Balita Yang Mengkhawatirkan

Beberapa aktivitas balita yang mengkhawatirkan kita, karena ketidak tahuan mereka, yang nantinya bisa menimbulkan dampak , harus kita waspadai. Di masa pertumbuhan, adakalanya si kecil terlihat senang membenturkan kepalanya. Apalagi ketika kita tidak memberikan apa yang ia minta atau memberikan larangan saat ia bermain, ia akan semakin melakukannya. Ternyata, selain itu ada beberapa aksi lain yang dilakukan balita usia dini yang menarik perhatian kita. Biasanya, hal ini dilakukan karena si kecil masih dominan egois serta belum memiliki kemampuan bahasa yang baik sehingga kurang mampu mengekspresikan perasaannya.

1. Menarik rambut
Suka menarik-narik rambut dapat membuat rambut si kecil rontok dan menyebabkan kebotakan. Biasanya, si kecil suka melakukannya untuk memberikan rasa tenang saat ia merasakan cemas. Kecemasan yang dirasakan bisa datang dari keluarga, lingkungan, dan juga konflik emosi di dalam diri balita sendiri. Kita harus mencari penyebabnya dan alihkan perhatian pada kegiatan lain seperti menggambar atau bermain.

2. Memukul kepala
Yang satu ini tak perlu terlalu mengkhawatirkan bila tidak terlalu keras. Normal dan umum terjadi, kok karena anak sedang belajar motorik khas hingga usia 3 tahun nantinya. Beberapa faktor penyebabnya adalah karena anak merasa nyaman saat memukul kepala, ada infeksi telinga yang menimbulkan rasa sakit atau perasaan frustasi atau tidak nyaman secara emosi. Jadi, ada baiknya jika memeriksakan si kecil ke dokter anak untuk melihat kemungkinan terjadinya infeksi telinga atau gangguan lainnya.

  1. Membenturkan kepala
    Anak sering membenturkan kepala ke dinding, tetapi tenang saja, karena rasa sakit yang ia alami justru menahan ia membenturkan kepalanya lebih keras. Ia akan melakukannya sesuai rasa sakit yang bisa ia toleransi. Alasan balita melakukan ini biasanya karena frustasi. Selain itu, anak yang kurang terstimulasi dengan baik, bosan dan kesepian juga kerap melakukan ini sebagai usaha mendapatkan stimulasi dan perhatian. Saat ia membenturkan kepala, pastikan ia tidak melukai dirinya dan ajak si kecil mengungkapkan perasaannya. Jika ia masih terus melakukannya, segera konsultasikan pada dokter.

    4. Suka memutar kepala
    Pernahkah balita Anda memutar-mutar kepalanya bahkan menghentak-hentak seperti mengikuti irama musik saat sedang tidak ada musik? Faktanya, anak laki-laki melakukannya tiga kali lebih banyak daripada perempuan. Waspadai jika anak suka melakukannya, karena bisa saja si kecil mengalami guncangan otak, gangguan keseimbangan, atau akibat terbentur benda-benda keras. Tapi jika tidak ada gangguan serius, siasati dengan musik yang lembut.

  2. Garuk-garuk
    Menggaruk-garuk kepala sendiri mungkin memberikan sensasi yang menyenangkan. Tetapi, karena si kecil belum tahu ukuran kekuatannya hal ini bisa saja menyebabkan goresan dan membuat kulit kepalanya terluka. Coba dicek penyebabnya, apakah karena sensasinya, karena ia kebingungan, karena keringat di kepalanya sehingga menyebabkan gatal dan berketombe. Selain itu, balita yang mengantuk juga suka menggaruk kepalanya sambil menangis. Jadi, pastikan Anda tahu pasti penyebabnya.

Beberapa kebiasaan diatas, bisa kita rubah dengan menambah perhatian pada balita yang tentu saja tidak berlebih. Semoga kita selalu sehat.