Kabut . . . Jaga Stamina

Kabut

Sejak pagi ini udara di sekitar Bojonegoro mulai diselimuti kabut. Kata simbah kita dulu ini salah satu pertanda akan memasuki musim kemarau. Memang kabut merupakan titik air yang terkumpul seperti awan, namun berada di permukaan tanah, bukan diangkasa seperti awan. Jarak pandang akan terbatas, sehingga perlu kewaspadaan saat berlalu lintas. Pagi tadi hanya bisa memandang tidak lebih dari 30 meter saja. Kelembaban udara sangat tinggi, sehingga terkesan pengap. Udara yang demikian, sering membuat orang merasa sesak.

Kabut ini terjadi karena perbedaan suhu siang dan malam agak ekstrim, udara yang bergerak sangat minim. Biasanya kabut akan sirna seiring dengan semakin bersinarnya sengatan matahari, serta datangnya hembusan angin. Dan setelah itu datang udara yang cerah. Hal ini juga berbarengan dengan bergeraknya posisi bumi, sehingga matahari ‘terletak’ di khatulistiwa.

Perubahan yang termasuk ‘ekstrim’ ini mempengaruhi beberapa masyarakat yang sensitiv terhadap perubahan cuaca, sehingga akan mengakibatkan gangguan saluran pernafasan sampai terjadi infeksi saluran pernafasan akut. Oleh karena itu sebaiknya kita harus lebih menjaga kondisi badan agar tetap fit, sehingga tidak terganggu oleh keadaan cuaca ini. Misalnya makan tidak terlambat, istirahat tidak terlalu malam. Semoga kita selalu sehat.