Mini ‘Lapindo’ di Bojonegoro

Semburan Lumpur Diawali Bunyi Ledakan

Bojonegoro memang ladang minyak, dan sudah mengikrarkan sebagai lumbung energi. Namun kejadian di Sidoarjo selalu menghantui siapaun yang mendenganr exploitasi tambang minyak. Ternyata hal tersebut terjadi juga di Bojonegoro. Semburan air bercampur minyak muncul di tengah lahan pertanian yang ada di Desa Jari, Kecamatan Gondang, sejak pagi hari Rabu (06/04/2016) semburan diketahui semakin membesar. Bahkan, warga setempat mengaku mendengar bunyi ledakan yang cukup keras sebanyak 4 kali.

Merasa ada kejadian tak biasa, warga memutuskan untuk mendatangi sumber suara ledakan. Betapa terkejutnya saat mereka melihat fenomena tak biasa, yakni semburan lumpur yang tak henti-hentinya membanjiri sekitar lokasi. Bau menyengat yang mengiringi luberan lumpur itu diduga merupakan kandungan minyak. “Baunya seperti solar, hal itu membuat warga berdatangan untuk melihat fenomena tersebut,” ujar Muslim, warga setempat.

Camat Gondang, Heri Widodo, yang datang ke Lokasi setelah mendapatkan informasi dari warga melakukan pengecekan langsung bersama tim dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro guna memeriksa peristiwa tersebut. “Kami bersama BLH memastikan apakah ini berbahaya bagi warga atau tidak, serta untuk mengetahui kandungan air yang menyembur tersebut,” kata Widodo. Ia juga menceritakan bahwa sebelumnya sekitar satu bulan yang lalu juga pernah terjadi hal yang sama di lahan yang masuk dalam wilayah hutan ini. “Semoga tidak berbahaya, karena hasil sementara tak menunjukkan kandungan gas berbahaya seperti amonia,” katanya.

Namun warga merasa khawatir bila dibiarkan dan terus membesar, semburan lumpur akan masuk ke anak sungai, sehingga ada kekhawatiran bakal berdampak terhadap ekosistem. Masyarakat berharap tidak menjadi ‘lapindo’ yang lain. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Wa