Buku Terlibas OL ?

Hari Buku

Sehari setelah Hari Buku yang diperingati 23 April, semoga menggugah para generasi muda kita masih selalu merindukan dan mencintai buku. Karena sejak satu dekade ini, para remaja lebih memilih idola baru yang disebut smartphone yang bisa digenggam daripada ‘susah’ menopang buku yang mungkin juga terasa lebih ‘berat’. Itulah salah satu ‘ujian’ dari buku pada dekakde ini, kalau dekade sebelumnya terkendala karena harga yang kurang terjangkau.

Saat ini buku memang boleh dibilang mempunyai rival berat, yang tidak lain smartphone. Bahkan tidak jarang seorang remaja memiliki lebih dari satu smartphone, dan tidak hanya diperkotaan saja, sampai pelosokpun seorang remaja mengantonginya. Bisakah buku bertahan sebagai simbol seseorang yang berprestasi seperti dahulu dengan sebutan ‘kutu buku’ bagi mereka remaja unggulan?

Oleh karena itu semoga peringatan Hari Buku ini bisa menggugah kembali para generasi muda untuk tetap mengidolakan buku sebagai salah satu simbol prestasi, bukan memiliki smartphone yang terbagus terlengkap yang berprestasi. Karena memang beberapa buku disajikan juga lewat format yang harus menggunakan media Tehnologi Informasi antara lain smartphone. Minat baca yang mana yang ada dan selalu menggelora? Buku atau OL.

Memang era sudah berubah, kalau beberapa dekade yang lalu anak bangsa ini mengenal ‘sabak’ sebagai alat baca tulis, kemudian berkembang memakai buku, dan saat ini berkembang memakai ‘sabak elektronik’ atau tablet yang merupakan ‘saudara’ smartphone. Apapun yang digunakan, semoga semangat penerus bangsa ini tidak luntur agar terus mengukir prestasi, saling manggabung media baca yang ada diatas. Tetap bersemangatlah remajaku, ukir baik prestasimu, buku sebagai salah satu penunjang sukses. Semoga kita selalu sehat.