Nuklir Berdampak Dasyat

Nuklir

Nuklir masih menjadi bahan yang sangat menakutkan hingga saat ini. Bahkan negara pemakai tenaga nuklir yang sudah berpengalaman lama masih belum bisa mengendalikan bahaya secara cepat. Ketika Jepang terkena musibah tsunami beberapa tahun lalu dan menyebabkan rusaknya reaktor nuklir. Kerusakan reaktor nuklir ini tidak hanya menjadi berita besar di berbagai negara tetapi juga menjadi musibah karena akibat atau bahaya bagi orang yang tinggal di sekitarnya. Begitu juga pada hari ini 26 April 30 tahun yang lalu sebuah reaktor nuklir meledak di Chernobyl.

Kecelakaan reaktor nuklir di Chernobyl merupakan kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah. Pada tanggal 26 April 1986 pukul 01:23:40 pagi (UTC+3), reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl yang terletak di Uni Soviet di dekat Pripyat di Ukraina meledak. Akibatnya, partikel radioaktif dalam jumlah besar tersebar ke atmosfer di seluruh kawasan Uni Soviet bagian barat dan Eropa. Bencana nuklir ini dianggap sebagai kecelakaan nuklir terburuk sepanjang sejarah, dan merupakan satu dari dua kecelakaan yang digolongkan dalam level 7 pada Skala Kejadian Nuklir Internasional (kecelakaan yang lainnya adalah Bencana nuklir Fukushima Daiichi). Jumlah pekerja yang dilibatkan untuk menanggulangi bencana ini sekitar 500.000 orang, dan menghabiskan dana sebesar 18 miliar rubel dan mempengaruhi ekonomi Uni Soviet. Ribuan penduduk terpaksa diungsikan dari kota ini.

Ketika sebuah reaktor nuklir mengalami kerusakan yang bisa menyebabkan paparan radiasi keluar maka, lingkungan sekitarnya akan menghadapi kondisi darurat, karena menyebabkan bahaya radiasi nuklir untuk manusia. Ketika reaktor nuklir mengalami kerusakan maka akan mengeluarkan bahan yodium radioaktif dan cesium. Semua bahan energi yang keluar dari lingkungan reaktor nuklir akan berbahaya untuk tubuh karena bisa menyebabkan kerusakan sel-sel tubuh. Nuklir bisa menyebabkan kerusakan DNA tubuh sehingga bisa menyebabkan perubahan sel sehat menjadi sel kanker. Yodium yang radioaktif yang dikeluarkan oleh reaktor nuklir bisa menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid. Bahan cesium radioaktif yang dikeluarkan oleh reaktor bisa tinggal dalam lingkungan selama lebih dari puluhan tahun. Sehingga bahan-bahan ini akan menyebabkan efek kesehatan jangka panjang.

Bahaya radiasi nuklir memang sangat besar untuk manusia dan juga lingkungan dunia. Ketika terjadi kecelakaan atau kejadian dari sebuah reaktor nuklir maka bahaya bisa mengancam manusia selama berpuluh bahkan beratus tahun, antara lain pendarahan saluran pencernaan, merusak sel-sel tubuh, kerusakan jaringan kulit dan terbakar, kerusakan DNA fatal, kerusakan otak, kerusakan tiroid, kerusakan sistem darah, kerusakan sistem reproduksi dan masih banyak lagi.

Selain pengaruh kerusakan pada manusia, nuklir juga menyebabkan kerusakan pada lingkungan, dengan derajat kerusakan yang sangat dasyat. Beberapa bencana nuklir yang terjadi di bumi pun tidak sedikit jumlahnya. Namun, dari banyak bencana tersebut ada lima bencana nuklir dengan tingkat kerusakan paling parah, sekaligus menjadi yang paling tragis dalam sejarah, antara lain :

  1. Windscale Fire, Level 5

Bencana nuklir paling mematikan dan tragis pertama ada di daratan Eropa, tepatnya Inggris. Tidak ada yang menyangka bila tanggal 8 Oktober 1957, reaktor nuklir Windscale dan pabrik produksi plutonium di kota Cumberland akan terbakar hebat. Insiden ini masuk dalam kategori INES level 5.

Akibat bencana nuklir tersebut, reaktor Windscale ditutup sampai tahun 1980. Proses pembersihan reaktor Windscale dari zat-zat berbahaya sendiri baru dijadwalkan selesai pada tahun 2015. Karena saat bencana tersebut tidak dilakukan evakuasi di daerah pemukiman sekitarnya, sampai saat ini terdapat banyak korban kontaminasi zat radioaktif yang diketahui menderita kanker tiroid.

  1. Kyshtym, Level 6

Sebulan sebelum insiden Windscale terjadi, sebuah pabrik nuklir khusus zat plutonium bernama Mayak di Uni Soviet juga dilaporkan mengalami ledakan dahsyat. Dalam skala INES, bencana ini ada di peringkat 6.

Kemudian bencana nuklir ini disebut dengan insiden Kyshtym, diambil dari nama kota utama tempat ledakan itu terjadi. Hingga puluhan tahun setelahnya, kota Kyshtym masihi menjadi salah satu tempat paling terkontaminasi nuklir di dunia.

  1. Fukushima, Level 7

Reaktor nuklir yang ada di Fukushima Jepang mengalami kebocoran dan serangkaian ledakan setelah sebelumnya terjadi sebuah gempa bumi dengan kekuatan 9.0 skala Richter yang disusul oleh tsunami. Tsunami itu diketahui merusak reaktor Fukushima 1 sehingga memicu terjadinya matinya 3 reaktor dari total 6 reaktor yang ada di tempat itu. Insiden yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2011 tersebut menyisakan zat radioaktif dalam jumlah besar dan berpotensi mengancam dunia, tidak hanya Jepang saja. Sekitar 10-30 persen dari zat radioaktif yang ada di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima dinyatakan tersebar ke alam bebas.

Bencana nuklir yang mengharuskan pemerintah Jepang mengevakuasi sekitar 300.000 penduduk Fukushima itu masuk dalam tingkat 7 di skala INES. Menjadikannya salah satu bencana nuklir terparah.

  1. Chernobyl, Level 7

Kasus kebocoran reaktor nuklir paling parah dan tragis sepanjang sejarah adalah insiden Chernobyl yang terjadi pada tanggal 26 April 1986 di Ukraina. PLTN Chernobyl mengalami kerusakan yang berujung pada evakuasi massal penduduk kota Chernobyl. Meski demikian, tercatat sekitar 53 orang meninggal setelah insiden tersebut yang disusul oleh ratusan lainnya akibat terkena paparan radiasi. Saat ini, Chernobyl masih nampak seperti kota hantu yang sangat berbahaya untuk dimasuki tanpa pengaman radiasi. Polusi nuklir tidak hanya dirasakan oleh warga Ukraina saja, namun juga warga Eropa. Bahkan hingga saat ini pemerintah Jerman masih aktif melakukan penelitian terhadap dampak zat radioaktif Chernobyl di beberapa daerah di Negeri Bavaria.

Kerugian yang harus diderita oleh pemerintah Ukraina diperkirakan mencapai USD 235 miliar atau hampir mencapai Rp 3000 triliun! Insiden Chernobyl masuk dalam bencana nuklir terbesar dengan skala INES 7.

  1. Hiroshima-Nagasaki

Bencana nuklir paling tragis sepanjang sejarah manusia tentu saja ledakan bom atom di kota Hiroshima-Nagasaki yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 1945. Saat itu, korban jiwa diperkirakan berkisar antara 129.000-246.000 orang, sampai saat ini banyak penduduk Jepang yakin masih ada ribuan korban lain yang belum terhitung. Setelah bom atom bernama ‘Little Boy’ dijatuhkan oleh Sekutu di Hiroshima, Presiden Amerika saat itu, Truman menginstruksikan penjatuhan bom atom kedua ‘Fat Man’ di kota Nagasaki. Kekuatan ledakan dari kedua bom tersebut mencapai 33 kiloton dan dengan ‘sukses’ menghapus kedua kota kota tersebut dari peta Jepang.

Korban ledakan yang tidak tewas juga banyak yang terus hidup dengan luka dan cacat permanen bahkan penyakit parah seperti kanker. Oleh sebab itu, banyak korban selamat yang saat ini menjadi aktivis yang menggalakkan anti senjata nuklir.

Itulah tragisnya nuklir yang berdampak serius terhadap kesehatan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki yang tidak mungkin sembuh. Serta rusaknya lingkungan sangat dasyat sehingga tidak bisa kembali ke keadaan semula sampai berpuluh bahkan beratus tahun sesudahnya. Oleh karena itu kita harus berhitung seribu kali sebelum memutuskan pemakaian nuklir kalau belum bisa cara atau langkah penyelamatannya. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Wiki