Waspadai Kanker Hati

Kanker Hati

Beberapa orang yang terlihat ‘sehat’ terkadang membawa masalah kesehatan, terutama yang pernah berpenyakit namun pengobatannya tidak tuntas. Adakalanya penyakit yang tersisa bisa terkalahkan oleh imunitas tubuh, tetapi pada beberapa penyakit justru akan memicu berkembangnya penyakit yang lebih dan semakin parah. Salah satu penyakit yang seperti itu adalah hepatitis atau sakit liver, terutama hepatitis B yang tersisa di badan.

Hepatitis B merupakan faktor terbesar terjadinya kanker hati. Angka penderita Hepatitis B di dunia cukup timggi. Sebanyak 632.000 kasus baru ditemukan secara global dengan angka  kematian mencapai 396.000 setiap tahun (data  tahun 2008). Di rumah sakit kanker di Jakarta, kanker hati menduduki peringkat ke 3 pada kanker tersering yang diderita pria dan menduduki peringkat ke 10 pada kanker tersering yang diderita wanita.

Kanker hati primer biasanya dikenal sebagai Hepatocellular Carcinoma (HCC) merupakan bentuk kanker yang umum ditemukan di seluruh dunia. Kanker jenis ini biasanya menjangkiti orang yang memiliki kelainan hati atau sirosis hati.

Hati merupakan organ pencernaan terbesar dalam tubuh manusia. Berat organ hati pada manusia dewasa sekitar 1400-1600 gram, yaitu sekitar 2,5 % dari berat tubuh. Hati terletak di bawah paru-paru kanan dan dilindungi oleh tulang rusuk. Hati berperan dalam proses pembuatan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sel. Hati bertanggung jawab atas produksi dari 90% protein plasma. Selain itu hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan karbohidrat, zat besi, dan vitamin yang berguna saat tubuh memerlukan. Hati juga menyimpan dan melepas glukosa dari dan ke dalam darah untuk emnyediakan energi bagi tubuh. Hati memproduksi cairan empedu yang berfungsi membantu pencernaan dan penyerapan makanan. Hati sebagai tempat detoksifikasi dan penguraian zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh seperti alcohol, obat-obatan, dan produk buangan dari tubuh. Hati juga mengurai sel darah merah yang mati menjadi zat yang mewarnai urine dan feses.

Faktor resiko penyebab kanker hati yang sering berperan adalah infeksi virus Hepatitis B dan C, lebih dari 70 % kanker hati disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B. Konsumsi alkohol yang berlebihan menjadi faktor utama kanker hati. Penggunaan jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba dapat meningkatkan risiko paparan infeksi virus Hepatitis B dan C, racun jamur (aflatoksin) yaitu jamur yang ditemukan dalam kacang tanah juga diduga memicu kanker hati. Serta bisa juga disebabkan oleh faktor kegemukan. Penggunaan obat tertentu dalam waktu yang lama juga bisa memicu kanker yang menakutkan ini. Pria lebih banyak terjangkit dari pada wanita

Gejala dan Tanda Kanker Hati

  • Nyeri dan rasa tidak nyaman di perut kanan atas. Rasa sakit dapat menyebar ke bagian punggung dan bahu
  • Warna kuning pada kulit, mata, dan selaput lender dalam mulut.
  • Pusing, mual dan muntah
  • Teraba benjolan di perut kanan bagian atas.
  • Perut membesar dan terasa penuh
  • Gatal pada kulit
  • Hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan secara drastis
  • Rasa lelah dan kurang energi
  • Tinja berwarna putih pucat seperti tanah liat
  • Urine keruh dan berwarna gelap seperti air teh

Tidak semua kanker dapat dicegah. Tetapi jika kita mengetahui faktor risiko, kita dapat melakukan deteksi dini untuk menemukan kanker sedini mungkin sehingga medis dapat mengatasi sebaik mungkin dengan prognosa yang baik. Begitupun pada kanker hati, kita dapat melakukan deteksi dini.

Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Hati

  • Melakukan pemeriksaan HBsAg dan anti HCV untuk mengetahui apakah kita terinfeksi virus Hepatitis B atu C yang merupakan salah satu factor penyebab kanker hati
  • Melakukan pemeriksaan USG perut
  • Melakukan pemeriksann tumor marker
  • Tidak mengkonsumsi alkohol
  • Menjaga berat badan ideal dengan olah raga
  • Menjaga pola makan dan hidup seimbang
  • Bagi yang pernah menderita hepatitis, lakukan pemeriksaan secara rutin

Berobat dengan benar tuntas untuk menjaga diri agar tetap terjaga kesehatan kita. Menjauhi larangan serta berusaha mencegah agar terhindar dari penyakit ini akan sangat lebih baik dari pada mengobatinya. Terutama selalu menjaga pola hidup sehat. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : RSD