Syukuri Sehat

Puasa kita telah melewati 10 hari yang pertama. Alkhamdulillah kita masih diberi kekuatan dan kesehatan untuk melaksanakannya. Namun tidak sedikit pula saudara kita yang tidak bisa menunaikan puasa karena sesuatu hal, antara lain sakit. Oleh karena itu kita patut bersyukur kepada Allah SwT masih bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan 1437H ini.

Rasa lapar dan dahaga pasti kita rasakan dalam memunaikan puasa. Kita ambil hikmahnya, yang salah satunya bahwa kita masih diberi rasa lapar, tentunya harus bersyukur.

Bagi saudara kita yang sedang sakit, tetap harus bersyukur, misal sakit batuk. Batuk merupakan proteksi tubuh kita untuk mengeluarkan benda asing di jalan nafas baik itu berupa penyakit atau sesuatu yang menyumbat. Kita bersyukur juga karena masih bisa batuk. Coba kita bayangkan kalau kita tidak bisa membatukkan kemudian penyakit akan berkembang disitu atau terjadi penyumbatan jalan nafas. Bersyukur yang dimaksud disini bukan berarti menerimanya dan tidak ada tindak lanjut. Misalnya kalau ternyata jadi sakit batuk, harus berusaha untuk menyembuhkannya kepada ahlinya.

Begitu juga ketika kita bersin, kita diajarkan oleh Rasulullah mengucapkan tahmid. Itu merupakan salah satu bentuk syukur pula.

Bersin juga salah satu proteksi tubuh ketika jalan nafas bagian atas tergelitik oleh ‘penyakit’ yang masuk sehingga timbul refleks untuk mengeluarkan dengan cara bersin. Itulah sebabnya ‘harus’ mengucapkan tahmid, karena paling tidak kita masih diberi kekuatan untuk itu. Dalam hal yang lebih luas, kita bisa ‘menolak’ penyakit dengan membersinkan agar kuman keluar.

Coba kita bayangkan saat Allah SwT mencabut sebagian kekuatan pada seseorang atau lebih sering kita sebut stroke. Bagian tubuhnya tidak bisa berfungsi selayaknya, tanpa daya apalagi kekuatan, bahkan rasa sakitpun sirna. Saat ‘digigit’ nyamukpun tidak ada respon. Padahal nyamuk yang biasa kita libas dan hanya sebesar itu, seakan mampu ‘mengalahkan’ orang yang sedang dicabut kekuatannya. Dan masih banyak lagi hal sepele dan seakan tidak kita sadari bahwa hal tersebut pada saat tidak kita miliki, kita baru merasakan betapa kita harus bersyukur.

Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah SwT. Oleh karena itu bersyukurlah setiap saat agar kenikmatan akan dilipat gandakan, khususnya pada kesehatan yang diberikan kepada kita. Gunakan nikmat sehat untuk beribadah semaksimal mungkin sesuai tuntunan dan menghindari untuk menyia nyiakan. Solat diawal waktu, membaca Al Qur’an, membaca buku yang menambah wawasan ibadah serta banyak kegiatan atau amalan lain di bulan Ramadhan ini.

Selamat menunaikan ibadah puasa pada 10 hari kedua, kita berdoa semoga amal ibadah kita diterima Allah SwT. Semoga kita selalu sehat.