Anomali Cuaca

Cuaca memang cepat berubah atau bahasa medianya, cuaca ekstrim. Hal ini sesuai dengan himbauan kewaspadaan dari BMKG Pusat beberapa hari yang lalu memalui beberapa media sosian tentang keadaan cuaca beberapa hari mendatang.

Dan kenyataan di lapangan, gelombang laut pasang memang lebih besar dari biasa, apalagi beberapa hari ini bulan berada sekitar purnama sehingga seakan memperberat keadaan. Hal ini juga mempengaruhi hasil tangkapan ikan, yang juga berpangaruh kesediaan gizi protein nabati. Selain itu perubahan suhu yang cukup ekstrim juga turut mengundang curah hujan yang cukup ekstrim pula. Beberapa lokasi di Jawa khususnya mendapat curah hujan yang lebih dari biasa. Padahal sekarang sudah bulan Juni yang menurut perkiraan biasa menjauhi musim hujan. Tetapi keadaan anomali ini merubah kondisi menjadi lain.

Kebetulan juga curah hujan di hulu sungai Bengawan Solo sangat deras, begitu juga di daerah sekitar beberapa anak sungainya yang juga mengalirkan airnya ke Bengawan Solo. Hal itu menyebabkan daerah yang berlokasi di semua aliran Bengawan Solo juga terpengaruhi dan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir. Termasuk di sepanjang Kabupaten Bojonegoro ini. beberapa hari ini memang tampak kenaikan air bengawan, namun kita harus bersyukur masih belum menyentuh level siaga.

Anomali cuaca belum berlalu, kita masih harus selalu waspada terhadap datangnya luapan air bengawan, padahal semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri 1437H. Seperti hujan tadi malam 23 Juni begitu deras seakan tertumpah dari langit dengan keras yang datangnya tiba tiba. Kita tidak perlu terlalu cemas, andai kita sudah menjaga lingkungan dengan semestinya dengan baik, mengatur dan mengelola sampah dengan baik pula. Lingkungan juga akan menjaga kita kalau kita memeliharanya dengan semestinya, termasuk kesehatan kita juga tidak banyak terusik. Semoga kita selalu sehat.