Kultum Traweh Istiqlal

Kang Yoto memberikan ceramah di Masjid Istiqlal Jakarta dengan tema “Lailatul Qadar dan Makna Cinta dan Kebahagiaan” Sabtu 25 Juni 2016

Dalam kesempatan tersebut Kang Yoto mengajak seluruh jamaah sholat isya dan terawih Masjid Istiqlal agar senantiasa selalu mengikuti jalan yang lurus serta mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Allah SwT, karena barang siapa yang mengikuti jalan Allah maka orang tersebut tidak akan susah hidupnya dan tidak akan ada rasa takut setiap melakukan aktifitas, seperti yang tercantum di dalam surat Al Baqoroh ayat 38.

Di dalam surat Al Jumuah ayat 2, Allah Swt melukiskan jiwa jiwa yang mengubah dirinya melalui 3 tahapan penting, tahapan yang pertama adalah tilal dengan cara membaca Al Quran, tahapan kedua adalah tahapan membersihkan diri, tahapan yang ketiga adalah ta’awudtul hikmah, jadi jiwa yang masih susah dan jiwa yang masih gundah gulana di gambarkan fiidzolhalimmubin apabila keadaan hati kita masih seperti ini maka tidak akan mendapatkan hikmah dari perbuatan kita.

Dalam Pancasila tepatnya di sila keempat yang berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, bukan kerakyatan yang dipimpin oleh kebencian dan kemarahan, dipimpin hikmat kebijaksanaan itu dia harus bisa bermusyawaroh, maka apabila orang yang berkerumun hanya untuk berdebat maka orang tersebut tidak bisa membuka hati dan membuka pikiran dalam menyelesaikan permasalahan yang dia hadapi, maka suatu problem atau permasalahan apabila di selesaikan dengan hikmat kebijaksanaan dan di tambah musyawaroh maka yakinlah permasalah tersebut akan terselesaikan dengan mudah, ujar Kang Yoto.

Sarat masyarakat dapat tumbuh dengan cepat maka suatu kelompok harus memiliki 3 niat, niat yang pertama adalah niat untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik, yang kedua adalah adanya niat memahami kompleksitas dan tidak menempuh jalan pintas, yang ketiga adalah adanya niat untuk berdialog satu dengan yang lain, apabila 3 niat tersebut bisa dilakukan maka masyarakat akan bisa tumbuh dan tercerahkan, mengapa seperti itu karena semangat yang diperoleh bukan hanya semangat menyadarkan melainkan semangat saling menghormati satu dengan yang lain, ungkap Kang Yoto.

Dalam kesempatan tersebut Kang Yoto mengajak seluruh jamaah isya dan terawih disisa 10 hari terakhir, untuk mengejar moment moment yang positif, mengubah rasa kebencian dalam hati menjadi rasa kasih sayang dan saling memiliki serta menghormati, agar hati kita mendapatkan pencerahan dan mendapatkan hal yang luar biasa di dalam hidup kita.

Terakhir Kang Yoto bercerita tentang pengalaman hidup nya, Kang Yoto selama menjabat Bupati Bojonegoro selalu mengingat dan membaca salah satu ayat didalam surat Yaasiin ayat 12 yang berbunyi sesungguhnya Allah akan menghidupkan orang yang sudah mati dan kami tuliskan apa yang mereka kerjakan dan bekas bekas yang mereka tinggalkan, dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata. Mengapa itu dilakukan,karena agar bisa mengingatkan dan membatasi dirinya dalam setiap mengambil kebijakan kebijakan untuk kepentingan rakyatnya, karena dari kebijkan kebijakan yang diambil akan muncul akibat akibat dari kebijakan tersebut,dan nanti nya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SwT,ungkap Kang Yoto.

Itulah peringatan kepada kita semua agar selalu berkarya yang nyata dan selalu berbuat baik. Semuanya dilakukan selain sebagai ibadah kita, juga agar hati ini terjaga ketenangannya. Semoga yang sedikit ini bisa mencerahkan hati dan wawasan kita. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Wa