Wafat Saat Sa’i

Lebih dari 75% jamaah haji tahun 2016 ini berusia diatas 50 tahun. Begitu juga tingkat kesehatan orang yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini yang tergolong Risti hampir 50%. Oleh karena sudah ‘sewajarnya’ kalau angka kesakitan dan angka kematian jamaah haji cukup mencemaskan para petugas kesehatan dan pemerintah.

Seseorang yang wafat bisa dengan cara beragam, sesuai takdir Allah SwT. Oleh karena itu, wafat dalam keadaan khusnul khatimah adalah harapan yang senantiasa dipanjatkan setiap insan. Siti Maryam Ismail (60), jamaah haji asal Balapulang, Tegal juga telah menjalani takdirnya. Ahad (21/08), Siti Maryam Ismail wafat didekat suaminya, saat keduanya sedang menjalani ibadah Sai.

“Almarhumah meninggal sedang melaksanaan umrah sunnah. Saat melaksanakan Sa’i pada putaran ke 6 (dari Marwah ke Shafa), almarhumah tiba-tiba merosot dari pegangan suaminya dan terkulai di lantai sai,” demikian penjelasan Kepala Sektor Khusus Masjidil Haram Ali Nurakhim.

Siti Maryam tergabung adalam kloter pertama Embarkasi Solo (SOC 01) yang berangkat pada Selasa (09/08) lalu. Usai menjalani ibadah di Masjid Nabawi Madinah, jemaah SOC 01 bertolak ke Makkah dan sampai di Kota Kelahiran Nabi SAW pada 18 Agustus 2016. Selama di Makkah, almarhumah tinggal di Hotel Manazil Al Hayat, Jarwal dengan nomor pemondokan 806.

Berdasarkan COD yang telah diterbitkan, almarhumah meninggal pada pukul 00.59 waktu Arab Saudi karena sakit yang berkenaan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah. Hingga hari ini, total ada 16 orang jemaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi.

Bersyukurlah kalau bisa berhaji pada saat masih muda walau bukan pula jaminan kalau muda pasti kuat dan bisa melaksanakan haji. Setidaknya saat seseorang sehat sudah bisa menunaikan ibadah haji, selain itu kesiapan fisik sangat penting pada pelaksanaannya. Namun bagi seseorang yang menyandang sakit tertentu bisa juga melaksanakan ibadah haji dengan catatan dalam pengawasan petugas kesehatan. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Kemenag