IMG_00001044

Persiapan Kirab Api Abadi

Hari Jadi Bojonegoro tinggal beberapa minggu lagi. Persiapan untuk menyambut hari ‘bersejarah’ ini sudah mulai dan semakin marak. Demikian juga salah satu acara inti mengusung api abadi dari sumbernya ke pendopo Pemkab sudah dalam perencanaan.

Ada yang berbeda dalam kirab api abadi untuk memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke 339 pada tanggal 19 Oktober 2016 mendatang. Jika tahun-tahun sebelumnya obor api abadi dikirab melalui Jalan Raya Bojonegoro – Nganjuk melewati sejumlah desa di Kecamatan Dander, namun untuk tahun ini rencananya dialihkan melewati jalan nasional Bojonegoro – Padangan melalui Kecamatan Kalitidu. “Kami inginnya tahun ini berbeda. Tapi itu baru rencana,” kata Kabid Pelestarian dan Pengembangan Budaya Disbudpar Bojonegoro.

Selain rute kirab dialihkan, pengambilan api abadi di Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, itu akan dilakukan pada pagi hari. Bukan siang hari seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, setelah prosesi pengambilan api, obor api akan dikirab keliling wilayah Ngasem. Kemudian api disemayamkan di pendapa kecamatan sebelum akhirnya dibawa ke Pendapa Pemkab Bojonegoro melalui Jalan Bojonegoro – Padangan untuk disemayamkan. “Dialihkanya kirab ini kita harapkan akan lebih mempromosikan salah satu budaya Bojonegoro kepada masyarakat luas,” ucap mantan Sekcam Balen itu.

Setelah kirab api abadi, kegiatan dilanjutkan dengan gerebek berkah Jonegoroan. Kegiatan ini akan mengarak gunungan raksasa berisi hasil pertanian keliling Alun-alun Bojonegoro. Selain itu, setiap kecamatan juga diwajibkan membawa satu gunungan berisi potensi hasil pertanian di wilayahnya. “Sedangkan untuk masyarakat umum, rencananya nanti tidak membawa tumpeng. Melainkan membungkus makanannya dengan daun jati sebagai simbol kejayaan Jati yang pernah disandang Bojonegoro. Selain itu agar mudah dibersihkan,”demikian pungkasnya.

Kegiatan yang diharapkan lebih semarak dan bisa menjadi salah satu magnet destinasi wisata ini, memang harus dipersiapkan dengan matang. Selain itu diperlukan juga persiapan fisik, mengingat saat ini kondisi perubahan musim tidak menentu dan sulit diprediksi dengan akurat. Semarak hari jadi Bojonegoro akan terdukung dengan terjaganya kondisi fisik SDM yang prima. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Pemkab