Patuhi Jadwal Lempar Jumrah

Jadwal lempar jumrah bukanlah buatan panitia haji semata, namun merupakan kesepakan bersama antara pemerintah Saudi dengan semua negara yang mengirim jamaah haji. Jadwal ini dibuat dan disepakati demi kenyamanan dan keselamatan para jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah. Pemerintah Arab Saudi telah membuat ketentuan baru tentang jadwal melempar jumrah. Ketentuan itu harus dipatuhi seluruh jamaah haji dari penjuru dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, sanksi cukup berat akan diterapkan, jika ada jamaah yang melanggar ketentuan tersebut.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, terkait ketentuan itu, ada waktu-waktu yang terlarang untuk melempar jumrah bagi jamaah haji Indonesia.

Waktu-waktu itu adalah pada 10 Dzulhijjah pukul 06.00-11.00 waktu Saudi, 11 Dzulhijjah pukul 13.00-18.00 waktu Saudi, dan 12 Dzulhijjah pukul 10.00-14.00 waktu Saudi.

“Ketentuan ini harus disampaikan secara massif kepada para jamaah,” kata amirul hajj itu, Senin (05/09/2016) sore waktu Saudi.

Sebab, menurut Lukman, pada waktu itu, banyak jamaah dari negara Afrika dan Asia Tengah yang juga melempar jumrah. Upaya ini untuk mengantisipasi jamaah agar tidak mengalami kesulitan, karena perbedaan postur tubuh dengan warga negara lain. Apalagi, saat prosesi haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), jutaan jamaah haji akan berkumpul di satu lokasi yang sama. Memang, menurut Lukman, ada jamaah yang berupaya mengejar waktu utama saat melempar jumrah.

Namun, Lukman menegaskan, jamaah tetap harus mematuhi jadwal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Selain itu, menurut Lukman, yang juga harus diperhatikan jamaah adalah kepatuhan pada rute. Jamaah jangan sampai dibelokkan ke rute yang bukan jalur bagi jamaah haji Indonesia.

Terkait cuaca yang panas, bahkan bisa mencapai 50-51 derajat celsius, penyediaan air minum sangat diperlukan. Katering juga diharapkan tidak terlambat.

Dengan mengindahkan himbauan yang telah disepakati, para jamaah haji bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan terhindar dari rasa kekhawatiran dari hal yang tidak diharapkan. Terkait cuaca yang ‘ekstrim’ dibanding negeri asal, para jamaah haji sebaiknya tidak menunda makan serta tidak kekurangan air minum, sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Kemenag