Luapan Bengawan

Oleh : achmad budi karyono

Beberapa hari terakhir ini, intensitas hujan di daerah Bojonegoro cukup tinggi, walau sebenarnya hal demikian memang suatu ‘rutinitas’ di penghujung tahun. Termasuk dampak yang terjadi antara lain banjir, sudah diantisipasi oleh PemKab yang selalu menjaga kebersihan kota termasuk pemeliharaan saluran air. Sehingga sederas apapun hujannya, kalaupun ada genangan air, akan segera surut.

Namun yang menambah kekhawatiran, terjadinya hujan deras yang berkepanjangan di daerah hulu bengawan Solo, mulai Madiun, Ngawi dan sekitaran Solo, airnya akan menambah parah luapan di sepanjang aliran bengawan Solo. Tetapi saat ini air limpahan itu sudah bisa diprediksi dengan hitungan cermat oleh hampir setiap warga Bojonegoro yang semakin cerdas.

Seperti hal nya yang terjadi saat ini, ketinggian air bengawan sangat dinamis dan fluktuatif. Hal ini berakibat sering terjadinya luapan air bengawan walau tidak sampai parah, namun cukup mengganggu serta mengakibatkan banyak kerugian warga di sepanjang aliran bengawan dan para petani yang sebentar lagi akan panen.

Banyak sawah yang terendam air luapan bengawan, serta banyak pula petani yang harus panen dini karena terancam genangan air yang lamanya tidak bisa diprediksikan. Mereka dengan terpaksa mengakhiri proses tanam yang belum seharusnya dilakukan dengan kata lain mengorbankannya. Sehingga hasilnya tidak seperti atau jauh dari yang direncanakan.

Prakiraan cuaca semakin penting untuk dikuasai, yang tidak kalah penting dengan ilmu pertanian, serta harus selalu jeli dalam mengatur strategi kondisi lokal pada semua hal yang terkait dengan pertanian. Hal tersebut akan menentukan hasil yang dicapai pada setiap masa tanam sehingga bisa menekan angka kerugian petani dan warga sekitar. Sebaiknya berhitung secara cerdas dan cermat dalam semua hal yang terkait sebelum tanam. Semoga kita selalu sehat.