pantai cemara

Mengembangkan Potensi Perekonomian Tuban

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

Potensi alam yang terkandung dalam suatu daerah boleh jadi akan menjadi andalan penting bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Peningkatan PAD bisa dengan memanfaatkan potensi alam tersebut menjadi unggulan wisata, unggulan energi, dan bidang sektor lainnya. Demikian juga di Kabupaten Tuban.  Kabupaten Tuban disebut juga sebagai Tuban kota Seribu Goa, karena banyak terdapat perbukitan-perbukitan dengan litologi batuan karbonat (batu kapur) yang merupakan rangkaian Pegunungan Kapur Utara.

Kabupaten Tuban terletak dan berbatasan dengan Laut Jawa Utara di sebelah utara, di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Lamongan, di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro dan di bagian baratnya berbatasan dengan Kabupaten Blora. Luasan wilayah Kabupaten Tuban seluas 1.904,70 km2. Dengan luas lahan pertanian di Kabupaten Tuban sekitar 183.994,562 Ha yang terdiri atas sawah seluas 54.860.530 Ha serta lahan kering seluas 129.134.031 Ha. Dan memiliki panjang pantai sekitar 65 km yang membentang dari arah Timur Kecamatan Palang – Barat Kecamatan Bulu Bancar. Sebagai daerah yang memiliki pantai yang panjang dengan kedalaman pantai yang dangkal – landai tidak salah apabila Kabupaten Tuban memiliki potensi wisata laut tetapi disepanjang Kabupaten Tuban memang tidak memiliki pesona alam bawah laut dalam yang bisa melihat keindahan terumbu karang maupun bermacam-macam ikan laut di kawasan ini. Tetapi tidak menutup kemungkunan di kawasan kota Tuban tidak berpontensi sebagai tempat wisata apabila pemerintah mampu mengembangkan potensi keindahan alam yang sudah ada.

Morfologi di Tuban terbentuk dari eksokarst dan endokarst di daerah ini di pengaruhi oleh kontrol struktur geologi dan litologi batuan asal itu sendiri. Morfologi bukit karst yang ditemui bermacam-macam dengan pola mengelompok, sedangkan morfologi endokarst yaitu berupa goa dengan bermacam-macam bentuknya yang dikontrol oleh struktur geologi dan sungai bawah tanah.

Secara geologi Kabupaten Tuban termasuk dalam cekungan Jawa Timur Utara yang memanjang dari arah barat-timur yang bermulai dari Semarang – Surabaya. Sebagian besar Kabupaten Tuban termasuk dalam Zona Rembang yang terdiri atas batuan karbonatan / Batu Kapur. Terbentuknya Batu Kapur di alam terjadi secara organik yang berasal dari pengendapan foraminifera atau ganggang atau cangkang kerang maupun cangkang siput. Batu kapur merupakan salah satu mineral yang banyak sekali digunakan dalam sektor industri ataupun konstruksi. Salah satunya adalah industri semen.

 Potensi Daerah

Tuban adalah salah satu kota kawasan industri dalam sektor pertambangan dengan luasan sekitar 50.000 Ha yang tersebar di 10 Kecamatan dan Tuban juga merupakan salah satu sektor pembangunan kawasan kilang minyak.  Dengan adanya pembangunan kilang minyak di Kabupaten ini, setidaknya perusahaan membutuhkan tenaga kerja sekitar 35.000-50.000 orang, yang melibatkan masyarakat asli di sekitar tempat tinggal yang berada di wilayah ring 1. Pilihan Pemerintah untuk membangun kilang minyak di Kabupaten Tuban ini tidak lain karena lahan yang akan digunakan sudah tersedia milik Kementrian Kehutanan (KH) dan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) dengan luasan sekitar 340 Ha. Tidak jauh dari lokasi lahan Pemerintah PT. Pertamina membangun tempat kilang seluas 60 Ha dan juga berdekatan dengan kilang Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), walaupun dengan adanya perusahan-perusahaan besar di dekat lingkungan mereka, tetap saja perekonomian masyarakat yang di sekitar PT. Holcim, PT. Semen Gresik, Exxon Mobile Cepu Limited (EMCL), dan perusahaan lain-lainnya.

Menurut penulis dari data survey di lapangan yang telah dilakukan hampir 75% di sekitar daerah Kecamatan Kerek, Tambak Boyo, Merkawang dan Tuban memiliki banyak potensi sumber daya alam yang dapat diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan tambang galian golongan C, seperti: Batupasir dan Batugamping dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai campuran bahan mentah pembuatan semen, Dolomit bermanfaat sebagai bahan pengembang dan campuran pembuatan cat, plastik, bisa dijadikan pupuk magnesium untuk kebutuhan industri / untuk perikanan dan bahan campuran pembuat semen, Clay sebagai perekat untuk batu bata, genteng atau gerabah, Kalsit digunakan sebagai keramik dan bahan baku industri kaca. Dan adapun bahan tambang galian golongan A, berupa: minyak bumi. Potensi migas di Kabupaten Tuban relatif cukup besar yang tersebar di beberapa wilayah. Adapun lokasi minyak dan gas tersebut tersebar, sebagai berikut: Di Kecamatan Rengel yang terletak di Desa Bulurejo dan Ngadirejo, Kecamatan Senori terletak di Desa Wonosari dan Banyurip, Kecamatan Bancar terletak di Desa Cingklung dan lepas pantai, Kecamatan Soko terletak di Desa Rahayu dan di Kecamatan Singgahan terletak di Desa Mulyoagung yang sudah ada peninggalan sumur minyak tua peninggalan Jaman Belanda sejak 1907 (Sumber: PPTM Migas Cepu).

Selain kaya akan sumber daya alamnya dalam sektor pertambangan Tuban juga memiliki potensi energi yang dapat diperbarui. Berikut contoh energi yang dapat diperbarui dan bisa dimanfaatkan, yaitu: pasang surut air laut (tenaga angin) yang bisa sebagai energi pembangkit tenaga listrik dan pemanfaatan energi tenaga surya dengan memanfaatkan sumber tenaga matahari yang digunakan masyarakat pada musim kemarau. Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari sangat cocok untuk wilayah pesisir pantai.

Semoga kita selalu sehat.

*) Kepala Pusat Penelitian UPN “Veteran” Yogyakarta