Sejuta Cerita dibalik Ketuk Pintu

Oleh : Dian Ika Sukmawati *)

Kegiatan Ketuk Pintu yang dilakukan olah Kader Tb-HIV Care Aisyiyah menyimpan sejuta kenangan baik yang Indah maupun yang tidak indah, ada banyak cerita yang mengiringi setiap langkah kaki mereka menyusuri rumah-rumah di desa dampingan kader.

Satu cerita tentang perjuangan mencapai sebuah lokasi dusun yang sangat jauh dengan akses transportasi yang minim, dilakukan oleh seorang kader yang tanggguh bernama Sriyani, kader yang berasal dari desa Mlideg kecamatan Kedungadem. Desa-desa yang didampingi adalah tergolong desa yang terpencil, salah satunya adalah dusun mBunten desa Tondomulo kecamatan Kedungadem, dusun ini letaknya diatas gunung ditengah atau dikelilingi hutan.

Untuk menuju lokasi tidak bisa diakses dengan alat transportasi apapun, jadi harus berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 3 Km dari Kedungadem.

Berkesempatan mengikuti ekspedisi ibu Sriyani adalah Tim SSR Tb-HIV Care Aisyiyah dan anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Kedungadem. Perjalanan kami lalui dengan berjalan kaki selama sekitar 4 jam, dengan jalan yang berlumpur karena malamnya habis hujan dan medannya naik turun gunung.

Perjuangan yang luar biasa, demi memberikan edukasi kepada masyarakat dusun mBunten, namun rasa lelah yang tak berkesudahan terbayar dengan penyambutan yang ramah dari para warganya.

Sebuah dusun yang jauh dari keramian dan hingar bingar kota, berpenduduk 90 KK, bermata pencaharian sebagai petani, dengan letak geografis antar satu rumah dengan rumah yang lain yang luar biasa karena harus turun dan naik, namun justru itu yang membuat mereka sehat-sehat.

Setelah dilakukan skrining oleh bu Sriyani, tidak mendapati warganya dengan gejala tb.
Mudah mudahan memang benar warga dusun mBunten tidak ada yang kena Tb.

Semoga kita selalu sehat.

*) Koordinator program Tb-HIV Care Aisyiyah Bojonegoro