Sel Surya Untuk Peningkatan Kesejahteraan Nelayan

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

Perahu Nelayan desa Kurau, Kabupaten Koba, Pangkalpinang sudah menggunakan panel surya. (12 April 2017 Dokumen Sri Suryaningsum)

Indonesia merupakan negara yang luas keseluruhan wilayahnya adalah kawasan perairan. Jadi, sudah sewajarnya Indonesia yang negara kepulauan juga merupakan negara maritim terbesar di Dunia. Sebagai negara maritim, potensi nelayan sangat tinggi. Potensi bisa berupa desa wisata, produk kreatif, atau industri perikanan. Nelayan merupakan salah satu potensi terbesar di negara ini. Dengan pengelolaan dan inovasi yang baik, nelayan dapat menjadi salah satu penyumbang perekonomian di Indonesia. Melihat potensi ini, pemerintah pun mulai berencana untuk menyiapkan lampu berbahan bakar tenaga surya untuk nelayan di malam hari.

Sebagian besar nelayan yang tergolong miskin merupakan nelayan yang memiliki keterbatasan kapasitas penangkapan baik penguasaan teknologi, metode penangkapan, maupun permodalan. gaya hidup yang tidak produktif dan tidak efisien. Struktur usaha perikanan tangkap sejauh ini memang masih didominasi oleh usaha skala kecil. Pengentasan kemiskinan dengan program panel surya untuk nelayan menunjukkan negara hadir secara nyata dengan program yang langsung menyentuh kebutuhan nelayan, memberikan edukasi pemanfaatan sumber daya alam matahari yang berlimpah ruah di negara Indonesia, edukasi pemanfaatan inovasi, edukasi ramah lingkungan, dan edukasi sadar energi. Program panel surya untuk para nelayan ini sangat menyentuh kebutuhan masyarakat yang paling mendasar merupakan hal penting yang sudah seharusnya menjadi perhatian penuh pemerintah.

Para nelayan tidak perlu pulang-pergi ke pantai untuk mengisi bahan bakar karena lampu yang bersumber dari panel surya akan menyala. Selain untuk memudahkan nelayan saat berlayar, panel surya juga bermanfaat dalam penghematan bahan bakar minyak yang dipakai kapal nelayan. Seperti para nelayan di desa Kurau, daerah Koba, Bangka Tengah, Pangkalpinang. Sebagian besar nelayan sudah mulai menggunakan panel surya untuk kapalnya.

Tidak hanya untuk lampu kapal saja, panel surya bagi nelayan juga dapat digunakan untuk lemari pendingin dan kapal motor tenaga surya. Inovasi panel surya juga akan diimplementasikan untuk pedagang kaki lima atau pedagang yang menggunakan gerobak untuk berkeliling di malam hari. Saat siang hari tidak digunakan, panel surya bisa terisi dengan tenaga sinar matahari sehingga dapat digunakan di malam harinya. Maka dari itu, dengan potensi sinar matahari yang sangat cukup juga dengan inovasi penggunaan panel surya, diharapkan masyarakat mulai bisa memanfaatkan energi sebaik mungkin dan bisa mengurangi jumlah ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Kita sebagai warga negara di wilayah khatulistiwa, sangat naif bila menyia nyiakan energi matahari yang berlimpah sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan serta lebih ekonomis dan tidak berdampak pada kesehatan.

Semoga kita selalu sehat.

*) Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Pengentasan Kemiskinan”

Kepala Pusat Penelitian UPN “Veteran” Yogyakarta