‘Manasik’ Kesehatan Haji 2017-9

Hal yang menguras stamina 3

Oleh : dr achmad budi karyono

Setelah melaksanakan jumroh aqobah, para jamaah bisa melepas pakaian ihrom untuk berganti dengan pakaian biasa, dan tentu saja larangan ihrom telah gugur kecuali melakukan hubungan suami istri. Perjuangan ibadah yang melelahkan belum usai, karena masih ada serentetan ibadah yang memerlukan stamina yang prima. Pada hari nahr 10 Dzulhijjah sebaiknya kita juga melaksanakan towaf ifadoh untuk menyempurnakan rukun ibadah haji walaupun pelaksanaannya juga bisa ditunda. Selain itu dihari nahr para jamaah juga menyembelih hewan hadyu, walau bisa di tunda sampai hari tasyrik. Towaf ifadoh sebaiknya dilaksanakan oleh ibu usia subur agar tetap terjaga tidak haid. Karena kalau kelelahan dan ada faktor stres dikhawatirkan akan spotting atau datang haid.

Kalau jamaah melaksanakan towaf ifadoh setelah melempar jumroh aqobah, memang harus memiliki stamina yang prima. Karena pada hari itu semua jalanan macet, sehingga kecil kemungkinan bisa mengendarai angkutan umum apalagi yang besar seperti bis. Kalaupun ada, biaya transportasi sangat berlipat dan waktu tempuh juga sangat lama. Jalan kaki dengan ribuan jamaah lain lewat terowongan Mahbaz Jin tembus sampai dekat dengan rumah kelahiran Rosul langsung menuju Masjidil Harom dari arah area Sofa Marwah. Jarak tempuh dengan jalan kaki sekitar 4 km, insyaAllah tidak terasa karena bersamaan dengan ribuan jamaah. Begitupun saat towaf, penuh sesak jamaah, harus bersabar, berjalan dengan mengikuti arus jamaah, dikanan kiri kita tidak ada tempat kosong atau longgar. Tentu saja saat akan memasuki Masjidil Harom sebaiknya BAK dulu dan sekalian bersuci di tempat wudlu disekitar Marwah.

Setelah melaksanakan towaf ifadoh, kembali ke tenda di Mina atau pondokan tergantung jarak lokasi keduanya, yang lebih dekat dengan Jamarot yang mana. Karena ada kalanya tenda di Mina jauh di dekat perbatasan Musdalifah sekitar 5-6 km bila ke Jamarot, sedangkan pondokan 1-2 km di sekitar Jamarot. Namun kalau jamaah kita muda dan stamina bagus, ya sebaiknya merasakan tinggal di tenda Mina walau jauh.

Hewan hadyu bisa kita beli di Bank yang semuanya nanti sudah diurus oleh Bank, atau kita bisa melalui kontak kita mukimin di Mekkah. Koordinasi akan dilakukan oleh ketua regu dan ketua rombongan. Itulah 3 hal yang dilakukan di hari Nahr, melempar jumroh Aqobah, Towaf Ifadoh dan menyembelih Hadyu.

Hari Tasyrik 11 dan 12 Dzulhijjah bagi yang nafar awal, jamaah haji melakukan lempar jumroh Ula, Wusto dan Aqobah, sebaiknya setelah dzuhur. Berjalan kaki pelan, tenang dan penuh kesabaran. Harus selalu waspada terhadap gerombolan jamaah yang berjalan dengan cepat, sebaiknya mengalah saja dan berjalan dipinggir. Semoga kejadian Mina yang menelan banyak korban beberapa tahun yang lalu tidak terjadi lagi. Bagi yang nafar tsani, tanggal 13 Dzulhijjah tetap masih melempar 3 jumroh seperti diatas.

Selama di tenda Mina konsumsi ditanggung oleh maktab, namun banyak juga penjual makanan baik di semacam kios ataupun kaki lima. Mulai hari Nahr sampai hari Tasyrik suasanya Mina benar benar ramai sekali, bahkan Mina juga dijuluki sebagai Kota Tiga Hari.

Itulah serangkaian ibadah yang sangat membutuhkan kekuatan dan stamina yang tinggi untuk menyempurnakan ibadah haji. Oleh karena itu siapkan mulai sekarang agar stamina para jamaah benar benar fit, ibadah kita bisa sempurna dan insyaAllah menjadi haji mabrur. Semoga kita selalu sehat.

Bersambung . . . . . . . . . .10