‘Manasik’ Kesehatan Haji 2017-10

‘Santai’ Setelah Wuquf

Dr H Achmad Budi Karyono

Rukun haji telah terlaksana ketika para jamaah sudah melakukan Towaf Ifadoh. Dan insyaAllah semua jamaah haji sudah ‘santai’ dari hal kekuatan fisik. Karena masa ‘kritis’ dengan mengerahkan segala kekuatan dan stamina sudah terlalui.

Sekali lagi perlu diingat dan perlu kecerdasan tertentu saat menghadapi masa ‘kritis’ yang sangat menguras stamina :

  1. Saat pemberangkatan, sehari sebelum berangkat, pada hari pemberangkatan, ketika transit di Asrama Haji, hari pemberangkatan ke Tanah Suci, hari sampai di Tanah Suci dan langsung melaksanakan Umroh bagi para jamaah gelombang kedua. 4-5 hari itu yang sangat memerlukan stamina prima.
  2. Saat Wuquf, pada hari Tarwiyah jamaah berangkat mabit ke Mina, setelah subuh hari Arofah berangkat ke Arofah untuk Wuquf, selepas maghrib berangkat ke Muzdalifah untuk mabit, subuh di hari Nahr bergerak ke Mina yang sebisa mungking kita laksanakan melempar Jumroh Aqobah, menyembelih Hadyu dan Towaf Ifadoh. Atau minimal bisa melaksanakan lemparan Jumroh Aqobah. Itulah tiga hari yang sangat menguras stamina para jamaah haji. Dan harus kita waspadai pada hari hari itu sering terjadi musibah karena kurang terkendalinya nafsu sekelompok jamaah.
  3. Kelanjutan hari Nahr sampai hari Tasyrik kedua bagi yang nafar awal atau hari Tasyrik ketiga bagi yang nafar tsani. Pada hari Tasyrik para jamaah melempar Jumroh Ula, Wusto dan Aqobah, namun perjuangan pelaksanaannya harus sangat dicermati, karena sangat padat jamaah walau Jamarot sudah terbagi menjadi lima lantai dan masing masing negara sudah dijadwalkan agar terjaga keamanannya. Stamina yang masih tersisa, rasanya ‘habis’ di hari Tasrik ini.

Itulah rangkaian ibadah yang ‘menguras’ tenaga dan perlu persiapan matang untuk melaksanakan. Walau sudah terlewati dan para jamaah sudah ‘santai’, justru para haji masih harus berjuang mempertahankan dan memulihkan stamina. Karena sering para jamaah mulai sakit setelah wuquf, antara lain disebabkan kurang memperhatikan makan dan minum, terutama sering mengkonsumsi minuman yang dingin serta kurangnya istirahat. Atau mungkin juga tertular jamaah yang lain, karena pada saat itu kondisi badan dan kesehatan semua orang sedang menurun.

Cara menjaga agar stamina tetap sehat antara lain :

  1. Makan dan minum tepat waktu
  2. Mengkonsumsi sayur dan buah secara rutin, bisa ditambah susu atau minuman hangat lain
  3. Minum yang cukup, minimal segelas/jam dan hindari minuman dingin
  4. Hindari sengatan matahari langsung yang terlalu lama
  5. Membatasi kegiatan hanya untuk ibadah, hindari kegiatan lain
  6. Hindari gerombolan massa
  7. Gunakan masker bila sudah memungkinkan
  8. Mencermati istirahat yang seimbang

Kalau para jamaah bisa berusaha melakukan upaya pencegahan seperti diatas, insyaAllah kondisi kesehatan akan terjaga. Para jamaah haji harus saling mengingatkan terkait dengan kondisi kesehatan terutama dalam satu regu kemudian satu rombongan satu KBIH dan skala yang lebih besar lagi. Begitu juga melaksanakan advis dari dokter pembimbing agar ibadah haji bisa disempurnakan semaksimal mungkin. Semoga kita selalu sehat.

Bersambung . . . . . . . . . . 11