batik1

Batik Tulis Untuk Wisata Dan Perekonomian

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

Batik merupakan warisan sejak dahulu yang memiliki nilai seni tinggi dan merupakan bagian dari budaya Indonesia. Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Tradisi membatik mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Terdapat berbagai macam jenis motif batik dan berbeda-beda di setiap daerahnya. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Teknik membatik sendiri dibedakan menjadi beberapa macam, salah satunya adalah teknik batik tulis. Membatik dengan teknik batik tulis disebut teknik membatik tradisional. Teknik batik tulis merupakan teknik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Canting biasa banyak digunakan di Jawa. Canting berfungsi untuk menorehkan cairan malam pada sebagian pola di kain mori. Teknik ini membutuhkan ketelitian yang cukup tinggi. Karena sedikit rumit, maka tak heran batik tulis tergolong mahal harganya. Namun itu semua tidak membuat minat masyarakat terhadap batik tulis menurun.

Sejak diakui dan ditetapkan sebagai World Heritage oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, batik menjadi semakin diminati oleh masyarakat luas. Melihat potensi ini, maka pemerintah setempat dan Dinas Pariwisata mulai mengembangkan sektor pariwisata khususnya di daerah-daerah pengrajin batik. Hal ini dilakukan karena apabila batik dikembangkan dengan tata kelola yang baik, akan menarik perhatian wisatawan untuk mengunjungi daerah tersebut. Dengan adanya sektor pariwisata di daerah-daerah penghasil batik, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga dapat meningkatkan promosi dan produksi hasil usaha batik mereka seperti batik tulis yang dianggap masih tradisional dan unik tentunya banyak wisatawan yang penasaran dengan proses pembuatannya. Apabila para pengrajin batik seperti batik tulis menambah kreativitas dan dapat menciptakan sesuatu yang baru tentunya akan semakin menambah minat wisatawan pecinta batik tulis untuk datang.

Banyaknya animo masyarakat sekarang terhadap batik tulis, apabila ditambah dengan adanya pariwisata di daerah-daerah pengrajin batik akan berpengaruh terhadap perekonomian daerah tersebut. Dengan ditetapkannya batik sebagai warisan dunia, diharapkan dapat lebih banyak menarik perhatian wisatawan dan memacu para pelaku ekonomi daerah untuk terus mengembangkan usahanya sehingga perekonomian masyarakat dapat bertambah.

Semoga kita selalu sehat

*) Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Pengentasan Kemiskinan”

Kepala Pusat Penelitian UPN “Veteran” Yogyakarta