batik

Peningkatan Kesejahteraan Dengan Batik

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

Batik merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Tradisi membatik mulanya merupakan tradisi yang turun temurun. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik merupakan kebanggaan Indonesia karena selain merupakan kesenian asli Indonesia, batik juga merupakan warisan budaya dunia. Hal ini dikarenakan keberadaan batik sudah diakui dan ditetapkan sebagai world heritage oleh UNESCO pada 2 oktober 2009.

Salah satu perusahaan yang menyertakan batik pada program kerjanya adalah PT Pertamina. Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. Pertamina melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan beberapa kegiatan yang menyertakan batik. Kegiatan CSR yang dilaksanakan adalah pengembangan batik warna alam, melestarikan budaya Sumatera Utara melalui batik, dan pemberdayaan batik Desa Klaces Kampung Laut.

Pengembangan batik warna alam termasuk dalam program CSR yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. PEP Asset 4 Field Cepu bekerjasama dengan yayasan Embargo Blora memprakarsai program pengembangan batik dengan teknik warna alami. Program ini mendapat respon positif dari masyarakat terbukti dengan dilakukannya oleh ibu-ibu dan masyarakat sekitar secara berkelanjutan sehingga menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperoleh respon positif sehingga dapat dijadikan mata pencaharian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pertamina sebagai perusahaan energi memberikan kontribusi melalui program kemitraan dan bina lingkungan. Melalui program CSR pertamina mencari dan memberdayakan para pengusaha-pengusaha kecil dan menengah untuk dapat melestarikan budaya lokal juga untuk membantu mereka mengembangkan usahanya. Salah satu budaya lokalnya yaitu batik. Mulai dari mengadakan pelatihan seperti cara membatik dan sebagainya, masyarakat pun mulai bisa mengembangkan usahanya.

Kemudian sebagai wujud kepedulian Pertamina kepada masyarakat Kampung Laut, Pertamina mengadakan program CSR pemberdayaan kelompok sanggar batik Desa Kleces yang dijalankan secara berkelanjutan. Dimulai dari pelatihan teknik pembuatan pola, menggambar lukisan batik, teknik pewarnaan, dan modifikasi motif batik untuk membentuk ciri khas dan memberikan nilai tambah atas batik yang akan diproduksi. Dengan industri batik yang mulai berkembang dapat memberikan ruang positif bagi masyarakat dalam mengembangkan kreativitas dan meningkatkan keterampilan dengan harapan mampu menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kleces.

Semoga kita selalu sehat.

*) Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Pengentasan Kemiskinan”

Kepala Pusat Penelitian UPN “Veteran” Yogyakarta