Makanan Jamaah Haji di Pesawat Terjamin Gizi

Sajian menu makanan pihak Saudi Arabian Airline tidak luput dari inspeksi langsung oleh Menteri Agama. Saat memeriksa dan mencoba menu makanan (mealtest) yang akan disajikan maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines, Menteri Agama meminta pihak Saudi Air menambah volume air minum yang akan diterima jamaah haji saat berada dalam penerbangan.

Selain itu MenAg juga mengingatkan kepada Saudi Air agar mengurangi minuman soda dan lebih banyak menggunakan produk local, jus buah atau air mineral yang lebih menyehatkan. Disahakan lebih banyak menggunakan produk lokal, seperti teh Jawa Barat juga tidak kalah rasanya dengan teh luar negeri.

Seluruh Jamaah Haji akan menerima konsumsi selama penerbangan berupa makan besar sebanyak dua kali dan snack satu kali. Pihak maskapai akan membagikan makan berat 1 jam setelah pesawat tinggal landas (take off) dan 2 jam sebelum mendarat (landing) dan snack dibagi antara waktu makan. Semua makanan dipastikan dalam keadaan hangat dengan menu yang menyesuaikan daerah asal embarkasi. Jamaah dapat memilih menu dari 2 pilihan, yakni nasi-sayur-berlauk daging, atau nasi-sayur dengan lauk ikan.

Kemenag tetap mengutamakan peningkatan layanan demi kepuasan jamaah. Semua makanan dan minuman yang disajikan dalam penerbangan telah lulus pengawasan dan memenuhi spesifikasi standar internasional. Bagi jamaah haji yang membutuhkan menu diet karena alasan kesehatan dapat meminta menu khusus dengan melapor kepada embarkasi 3 hari sebelum keberangkatan.

Menu makan jamaah haji tahun ini telah ditambah gramasinya dari tahun sebelumnya 120 gram menjadi 130 gram. Selain itu makanan yang diberikan juga telah dihitung kadar gizinya sesuai dengan kebutuhan jamaah haji selama perjalanan. Bagi jamaah haji asal embarkasi Jakarta-Bekasi disediakan menu pilihan 1: nasi- tumis wortel dan buncis lauk pepes ikan, atau menu 2: nasi- tumis wortel dan bockchoy lauk tongseng daging. Semua menu akan dilengkapi dengan buah dan asinan Jakarta atau sambel goreng tahu/tempe. Selain pilihan menu tersebut ada pula siklus menu lainnya.

Makanan yang disajikan harus langsung dikonsumsi, sebaiknya tidak disimpan. Semua makanan sudah dibawah pengawasan ahli gizi dan sesuai kebutuhan kesehatan para jamaah. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Kemenag