Tandai Koper Menambah Fokus Ibadah

Identifikasi barang bawaan jamaah haji memang perlu mendapat perhatian, karena dengan adanya identitas yang menandai barang milik pribadi akan memudahkan pencarian dan akan menambah ketenangan jamaah, sehingga tetap terfokus pada ibadah. Oleh karena itu Kemenag menghimbau agar Jamaah haji menandai koper dengan pita warna sesuai rombongannya.

Barang bawaan jamaah haji baik koper, tas jinjing, maupun kursi roda memang sering menjadi masalah krusial saat kedatangan di bandara Arab Saudi. Selain ada larangan membawa barang-barang tertentu, kadang koper bisa tertukar dan terbawa ke hotel jamaah haji dari kloter yang berbeda. Terlebih saat kedatangan di bandara Madinah karena hotel tempat menginap jamaah haji tiap kloter bisa saja tidak menjadi satu. Ada jamaah yang harus terpisah di hotel yang lain bahkan ada pula yang terpisah sektor (istilah pembagian wilayah di tiap daerah kerja, baik Makkah maupun Madinah).

Pernah suatu ketika jemaah haji harus kehilangan kursi roda dan baru ditemukan setelah berhari-hari dicari di bandara. Bahkan pernah pula kursi roda tidak dapat ditemukan yang menyebabkan petugas sangat kerepotan mencarikan kursi roda pengganti. Agar berbagai permasalahan tersebut dapat diminimalkan KemenAg mengirimkan surat edaran kepada seluruh Kepala KanWil KemenAg setiap provinsi dan Ketua PPIH Embarkasi agar melakukan sosialisasi kepada jamaah agar memberikan tanda khusus pada barang bawaan mereka yang meliputi koper, passport, dan kursi roda.

Tanda khusus yang dimaksudkan berupa pita warna sesuai nomor rombongan masing-masing kloter. Berikut adalah pemberian warna pita dan nomor rombongan sesuai surat edaran Kemenag :
1. Rombongan 1 : merah
2. Rombongan 2 : kuning
3. Rombongan 3 : biru
4. Rombongan 4 : coklat
5. Rombongan 5 : hijau
6. Rombongan 6 : putih
7. Rombongan 7 : orange
8. Rombongan 8 : ungu
9. Rombongan 9 : hitam
10. Rombongan 10: merah muda.

Khusus untuk kursi roda selain pemberian pita warna juga diperintahkan memberikan tanda lain berupa bendera merah putih dan tulisan Indonesia. Ukuran dan warna tulisan Indonesia seyogyanya dibuat yang jelas terbaca.

Dengan adanya identitas barang bawaan, akan meminimalisir kecemasan jamaah haji sehingga akan tetap focus beribadah dan kesehatan tidak terganggu. Karena cemas antara lain bisa menyulut berkurangnya nafsu makan. Semoga kita selalu sehat.

Sumber : Kemenag