pavillion kl1

Kisah Lain dari Jalur Sutra 3

Setelah rombongan keluarga mendapatkan 2 kamar dan membagi diri untuk rehat, saatnya kami untuk berburu kuliner karena memang sudah waktunya maksi. Kali ini yang menjadi incaran semacam warung yang menyediakan makanan khas negeri jiran ini, nasi lemak.

Setelah berjalan sekitar lebih dari 300 meter kami mendapati warung yang banyak disinggahi karyawan di area itu. Dan mereka menyediakan beberapa menu yang hampir semuanya menggoda selera. Kami berempat memilih menu yang berbeda agar bisa saling merasakan lebih banyak ragam sajian. Nasi lemak, roti canai, roti maryam, nasi goreng dengan teh tarik dan kopi.

Setelah cukup mengisi perut kami berisrahat hingga menjelang maghrib. Setelah maghrib bertujuh dengan kemenakan sepakat untuk berburu kuliner di Pavillion KL sampai menjelang tutup. Berbagai masakan bisa dipesan di foodcourte sesuai selera dengan berbagai minuman pula. Kami bertujuh pun memesan makanan yang berbeda agar bisa saling mencicipi, begitu juga minuman yang dipesan. Sambil menikmati kuliner, sahabat kemenakan yang bermukim di KL 2 tahun, hadir menambah dinamisnya suasana. Mereka dulu tinggal di Belanda, jadilah reuni di Pavillion foodcourt ini.

Belum puas menyantap masakan di food court obrolan dilanjutkan ke salah satu cafe karena kemenakan jumpa sahabat lama yang nantinya akan ‘meminjamkan’ apartemennya untuk ditempati. Domisili saat ini di Subang Jaya yang sebelumnya bermukim di Belanda. Mereka suami istri dengan 3 anak membaur dengan kami semua sehingga suasana lebih meriah, apalagi, ‘kampung café’ itu seakan sudah akrab dengan setiap pengunjung.

Snack yang disajian cukup ‘lekker’ untuk menemani nikmatnya kopi dan capucino yang kami pesan. Obrolan silaturrakhim terasa gayeng dengan menikmati sajian dan suasana para muda yang seakan tidak kenal waktu. Kawasan yang ‘bersebelahan’ dengan Petronas ini memang salah satu pusat kehidupan malam bagi pecinta kopi di Kuala Lumpur. Walau waktu sudah hampir lewat tengah malam belum ada cafe yang tutup karena tanpa konsumen penikmat kopi.

Beberapa pemilik café mengatakan bahwa kesibukan setiap malam seperti ini, apalagi saat week end. Sebaiknya para pecandu kopi harus selalu mengukur kondisi kesehatannya. Jangan sampai overdosis dengan kopi yang akan merugikan diri sendiri. Semoga kita selalu sehat. (Abk)