petronas

Kisah Lain dari Jalur Sutra 4

Setelah semalam ngobrol silaturrakhim dengan sobat lama, pagi ini rombongan hanya menikmati hotel saja tanpa meninggalkan lebih jauh. Karena harus menghemat tenaga untuk nanti malam take off ke Beijing sekitar jam 19.00 waktu Kuala Lumpur.

Kami benar benar tidak beranjak dari hotel, malah kami menikmati indahnya Kuala Lumpur dari ‘atas angin’ dengan menuju kolam renang yang terletak diatas hotel di lantai 51. Kami berfoto ria seperti halnya sebagian besar penghuni hotel dengan background Menara Petronas dan Menara KL tower. Wow memang indah sekali dan patut di nikmati sebagai kenangan.

Dengan berbagai ‘pose gaul’ dan kegembiraan serta sudut pandang yang beraneka backround, kami ‘abadikan’ hanya dengan kamera smartphone. Dan hampir semua yang selfi demikian juga, namun wajah sumringah terpancar dari setiap yang berfoto ria. Memang lantai ini dipersiapkan bagi remaja masa kini dengan berbagai sosmednya.

Kamipun berkemas seusai menuntaskan gaya di depan kamera dengan segala posisi keren. Tidak ada penambahan isi koper, karena kami tidak ada niatan sama sekali untuk memanjakan mata ke mall. Yang lebih diutamakan silaturrakhim dan mencicipi sajian kuliner khas yang halal.

Agak berat hati berkemas untuk meninggalkan hotel yang sangat memuaskan ini, namun waktu check out selalu memburu kami untuk segera menyerahkan kunci. Beberapa saat kamipun harus berada di lobi karena taksi yang kami pesan baru menjemput sekitar jam 14.00-15.00.

Alokasi waktu ke bandara yang sejauh sekitar 60 km kami longgarkan 1 jam. Dan boarding passed sudah diuruskan oleh kemenakan yang bertugas di bandara. Sehingga tinggal mengurus bagasi saja.

Bandara keberangkatan KLIA2 cukup luas kami yang muda harus berjalan yang terkadang dibantu eskalator. Sedangkan bapak dan ibu menaiki kursi roda dan mobil electric indoor milik maskapai yang serasa ‘diistimewakan’. Begitu juga saat pemeriksaan emigrasi, kami mendapat perlakuan khusus sehingga benar benar terasa istimewa.

Saat akan take off belum maghrib walau sudah lebih dari jam 19.00, karena maghrib sekitar jam 19.30an waktu setempat. Sehingga kami setelah beberapa saat terbang bisa melakukan solat maghrib, dan matahari tampak tenggelam dengan perlahan terlihat dari jendela pesawat.

Termyata kami sulit memejamkan mata walau lampu dipadamkan. Padahal kami menempati kelas bisnis dan bapak ibu menempati VIP. Sungguh perjalanan yang menyenangkan serta mengesankan. Semoga kita selalu sehat. (Abk)