bandara bcia

Kisah Lain dari Jalur Sutra 5

Lewat tengah malam pesawat yang kami tumpangi landing di bandara Beijing Capital International Airport di Beijing. Dikarenakan saat mendarat sudah dini hari, kami bertujuh sudah di bookingkan di salah satu apartemen sekitar bandara yang jarak tempuhnya kurang dari 15 menit. Karena kalau langsung ke Beijing harus menempuh lebih dari 30 km.

Kami tidak menyangka sama sekali kalau sedang menuju apartemen yang disiapkan tuan rumah. Dari bandara menyusuri sekitarnya yang salah satunya melewati bawah jembatan yang dilalui pesawat walau bukan landasan pacu atau utama. Padahal biasanya kalau di negeri sendiri, jalan seperti itu kan hanya dilalui oleh mobil atau kereta api. Memang semua yang terkait dengan tehnologi, di negeri tirai bambu bisa diandalkan.

Mobil yang kami tumpangi berbelok arah, tidak tahu menuju kemana. Setelah berhenti dan ‘pasukan’ dipersilkan turun, disekitar kami cukup gelap. Setelah beberapa saat dan bertanya, baru mengetahui kalau kami berada di sebuah apartemen.

Kami menerima dua kunci karena satu kamar bisa dihuni 4-5 orang. Sekali lagi kami masih bertanya tanya karena sekitar kami ‘diselimuti’ kegelapan. Tetapi begitu masuk lorong atau selasar diantara kamar, lampu akan otomatis menyala dan akan padam beberapa langkah setelah menjauh, namun lampu berikutnya akan menyala, begitu seterusnya.

Begitu tehnologi sudah mereka kuasai dan karena kepedulian yang sangat tinggi terhadap penghematan energi listrik. Oleh karena itu pada saat datang tadi pantas saja kami tidak mengetahui kalau kami sedang memuju sebuah apartemen.

Kami tidak langsung istirahat karena sebentar lagi akan memasuki waktu subuh. Karena saat ini jalur sutra bagian utara sedang musim panas dan matahari berada disebelah utara khatulistiwa, siang harinya akan lebih panjang. Subuh sekitar jam 3 lebih sedikit serta isya jam 21 lebih. Sungguh tantangan atau ujian yang berat disaat musim panas jika bertepatan dengan bulan Ramadan.

Setelah solat subuh kami pun rehat sejenak untuk melepas lelah dan keesokan hari kami harus stay di Beijing. Ternyata kami semua bisa tertidur begitu lelap walau hanya dengan waktu yang cukup singkat, sehingga terbangun dengan segar kembali. Semoga kita selalu sehat. (Abk)