pembangkit listrik tenaga angin

Kisah Lain dari Jalur Sutra 8

pembangkit listrik tenaga angin1            pembangkit listrik tenaga surya            pembangkit listrik tenaga nuklir

Saat hidangan belum tersedia, disebelah meja datang serombongan anak muda salah satunya asal Belanda. Saling sapa dengan kami dan ternyata komunikasi semakin nyambung. Suasana makan pun semakin nyaman dan rasa masakan pun semakin enak.

Setelah puas makan dan ngobrol secukupnya kami segera rehat karena besok pagi harus menempuh sekitar 6 jam perjalanan darat ke kota Zhangjiakao. Kami menggunakan 2 mobil dengan rombongan sebanyak 11 orang.

Area Beijing memang sangat luas sehingga sudah 1 jam perjalanan posisi masih belum diluar kota. Padahal apartemen yang kami tempati termasuk dalam ring 2 pusat kota. Begitu lepas dari kota kami memasuki daerah bergunung yang terkadang hijau dan banyak pula yang berbatu.

Kami cukup tersentak ketika membaca rambu lalulintas yang menunjukkan lokasi Great Wall. Hati berdebar dan gembira apalagi setelah melihat wujud Great Wall. Rasanya belum ke China kalau belum ‘berjumpa’ dengan Great Wall. Namun jadwal itu bukan saat ini atau hari ini, kami merencanakan sepulang dari urusan inti.

Ada beberapa area ‘pintu masuk’ Great Wall dan disekitar itu pula lalu lintas cukup padat. Sementara kami harus puas hanya dengan memandangi dari jauh serta Hp kami selalu beraksi walau tanpa selfi.

Beberapa jam perjalanan kemudian kami juga terperangah dengan banyak kincir angin raksasa. Pemerintah China sudah lama memanfaatkan angin sebagai energi terbarukan untuk pembangkit listrik tenaga angin. Betapa meraka tidak menyia nyiakan angin yang bertiup gratis dengan memanfaatkan semaksimal mungkin sebagai pembangkit listrik. Beberapa menit kemudian, kami juga kagum setelah melihat gunung yang ‘mestinya’ gundul ternyata ditumbuhi benda abu abu kehitaman, yang ternyata sel surya yang dimanfaatkan juga sebagai pembangkit listrik tenaga surya.

Dan yang paling mengagumkan sekaligus mengkawatirkan adalah saat kami menyaksikan bangunan silinder dengan liukan di tengah yang tidak lain reaktor nuklir.

Sumber energi yang mereka miliki sangat ramah lingkungan kecuali reaktor nuklir. Memang energi yang dihasilkan cukup besar namun resiko dampak lingkungan juga sangat besar. Tetapi kalau pengelolaan dilakukan dengan baik dan sesuai SOP semuanya akan berjalan sesuai harapan dan tidak akan mengusik apapun.

Setelah mengagumi apa yang baru saja kami saksikan diatas, benak kami mulai berputar dengan keras. Mengapa negeriku tercinta yang kaya dengan angin dan kaya dengan sinar matahari tidak melakukan hal yang serupa? Air juga belum dimanfaatkan dengan maksimal sebagai pembangkit listrik tenaga air. Negeri ini masih menggunakan tenaga uap sebagai pembangkit listrik yang memakai energi batubara dengan value yang cukup tinggi dibanding angin dan sinar matahari yang gratis dan tergolong energi terbarukan. Kita semua yakin banyak anak negeri ini yang piawai dalam bidang tehnologi itu serta menguasainya dan mampu melaksanakan.

Perjalanan yang memakan waktu sekitar 6 jam dari Beijing kearah utara itu cukup terhibur dengan bertambahnya wawasan sebagai pembanding. Dan tidak pula merasa jenuh serta capai karena punya harapan dan peluang untuk menikmati bisa singgah ke Great Wall. Semoga kita selalu sehat. (Abk)