mini market haji

Liputan Haji KBIH Masyarakat Madani 2017-13

Oleh : Khusnatul Mawaddah

SubhanAllah, Alhamdulillah,Walaailaaha illallah,Allahu Akbar, Walahaula walaquwwata illa billahil aliyyil adhim.

Menjaga kesabaran, ketabahan, kekuatan, istiqomah untuk melakukan ibadah selama di Masjidil Harom merupakan modal suksesnya Haji, dan didukung oleh kesehatan fisik. Semakin hari jamaah semakin banyak berdatangan, mengamati model koordinasi saat thowaf sangatlah beragam. Ada yang bergandengan tangan dengan berjajar yang tua dan ibu-ibu berada tengah. Ada yang memegang punggung atau pinggang. Mereka mengantisipasi jamaah terpisah. Ada yang besar kekar mencari jalan untuk temannya untuk mengikuti dibelakangnya.

Persiapan sebelum ke Masjid juga perlu diperhatikan jamaah, mulai makanan kecil, botol minuman, Al Qur’an terjemah, handphone, tas, sandal, jaket, ransel serta seperangkat alat sholat dan yang lebih penting paspor/penggantinya  dan kartu nama alamat hotel serta uang seperlunya saat berangkat ke Masjidil Harom.

Sebaiknya kondisi para jamaah harus fresh, jangan coba-coba tidak makan, karena di dalam masjid AC sangat dingin, bisa masuk angin jika perut kosong. Untuk menjaga keamanan , membawa bekal terutama uang, jika dirasa kamar lebih aman sebaiknya ditaruh di tas koper besar dan dikunci, kalau dibawa di tas, jangan ditaruh dompet namun bisa ditaruh di kaos yang bersaku lebih aman.

Mengantisipasi hal-hal yang mengganggu kekhusu’an saat di tanah suci sangatlah penting, pengelolaan waktu yang tepat perlu juga diperhatikan, sebelum adzan tiba satu jam sebelumnya sudah harus diatas bis, karena bis juga ada deadline berangkat dan pulang. ketersediaan makan pagi juga perlu disiapkan sore hari jika masak bersama, jika beli diluar habis sholat subuh segera mencari makanan di luar hotel. Kecepatan mandi dan mencuci pakaian juga perlu skill, jika terbiasa memakai mesin cuci, hotel juga menyediakan fasilitas mesin cuci. Jamaah segera menghafal tempatnya. Jika jamaah belum bisa naik turun eskalator, jamaah yang sudah terbiasa perlu membantu melatih ketika ada waktu longgar, begitu juga penggunaan fasilitas di toilet dan membuka pintu kamar. Perlu kesabaran dan empati dalam membimbing sesama jamaah yang belum terbiasa fasilitas modern.

Ketika berbelanja, kita juga perlu ketrampilan menawar barang, karena pedagang di mall sudah menaikkan harga tinggi, beda dengan Indonesia, kita tidak perlu menawar lagi jika sudah masuk mall. Kota Makkah lebih banyak pilihan barangnya, daripada di Madinah, namun harga lebih murah di Madinah daripada di Makkah.

Semoga kita selalu sehat