Awal Hujan yang Menyegarkan

Beberapa hari terakhir di dearah Jawa Timur bagian barat dirasa udara sangat panas baik siang ataupun malam hari. Bahkan catatan cuaca yang tertera di smartphone pernah mencapai 38oC. Di pedesaan dan lahan pertanian sudah banyak terlihat merekahnya tanah pertanda kekeringan yang tidak pernah terhampiri air.

Sementara itu BMKG memprediksi musim panas akan berkepanjangan dan daerah Jawa Timur termasuk daerah yang agak lambat menerima hujan. Visualisasi hal ini bisa kita saksikan di media tv maupun di medsos yang setiap saat bisa kita amati.

Kemarin sore 24 September 2017 setelah ashar situasi cuaca agak berubah menjadi redup walau memang sepagian juga mulai sedikit mendung. Apalagi dari kejauhan terdengan suara guntur pertanda hujan. Bukankah sudah diramal tidak akan menerima hujan cukup lama. Namun yang terjadi sebaliknya, bermula hujan rintik saja dan seakan segera berakhir. Setelah lewat pk 16.00 justru semakin menjadi dan sangat deras yang disertai dengan guntur yang sangat keras sampai menggetarkan alarm mobil.

Inilah hujan pertama setelah sekian bulan tidak hadir menyirami bumi. Tentu saja ada yang sangat mengharapkan dan ada pula yang masih ingin menunda datangnya hujan sesuai kepentingan diri. Udara sekitar menjadi segar dan sejuk serta aroma tanah yang haus akan tersirami air.

Itulah anugerah Allah yang patut kita syukuri ditengah kondisi cuaca ekstrim seperti ini.

Kita juga harus mewaspadai dengan dampak cuaca ekstrim ini serta pergantian musim. Biasanya beberapa penyakit akan hadir pula menghampiri beberapa warga. Namun kalau kita bisa menjaga stamina tubuh kita tetap prima, insyaAllah akan terhindar dari penyakit musiman. Jaga konsumsi makanan sehat serta tidak memforsir diri merupakan sebagian kunci dari pola hidup sehat. Olah raga ringan yang rutin akan meningkatkan stamina tubuh menjadi semakin prima. Semoga kita selalu sehat. (Abk)