jamuan pesta

Kisah Lain dari Jalur Sutra 14

Satu persatu atau serombongan para hadirin menuju sebuah gedung bundar berbentuk seperti tenda Mongolia. Mereka tampak tenang seakan tidak menghiraukan sengatan terik matahari di musim panas di area savana yang hijau itu. Puluhan meja bundar khas resto china telah siap ditempati oleh sanak saudara serta kerabat sang pengantin.

Kami mengambil tempat di tengah diantara beberapa meja yang ada. Semua hadirin tampak gembira setelah sedikitnya 1 jam mengikuti upacara pernikahan yang beratapkan langit biru serta disinari langgsung oleh terik matahari. Tampak para hadirin segera meneguk minuman yang ada untuk melepas dahaganya.

Satu demi satu hidangan disajikan, yang akhirnya memenuhi meja yang dikelilingi oleh 10 kerabat atau tamu. Semua sajian tampak menarik dan aromanya sangat menggugah selera makan untuk segera mencicipi atau menyantapnya. Ikan laut, daging, unggas serta aneka sayur serta buah sudah tersedia dihadapan para tamu di setiap meja. Maka perjamuan santapan pesta pernikahan sudah tidak perlu tunggu komando.

Kami sebagai orang asing sering bertanya pada pemandu yang memang disediakan untuk kami, misal makanan apa yang harus kami santap terlebih dahulu. Atau mungkin bertanya ini dari bahan apa dengan bumbu apa dan cara masak bagaimana serta berkhasiat untuk apa. Mengenai khalal, kami sudah tidak meragukan lagi karena ini pesta pengantin muslim dan resto yang menyajikan juga salah satu resto muslim dari sekian banyak yang ada.

Beberapa bumbu atau rasa memang masih asing bagi kami, namun ada juga beberapa yang mirip dengan taste masakan Indonesia khususnya Jawa. Betapa kami tidak menyia nyiakan setiap hidangan sampai tetes terakhir. Karena hidangan nanti sore atau besok pagi belum tentu sama dengan sekarang. Kami puas puasin dengan menyantap habis karena semuanya ternyata tidak ditolak oleh lidah kami, sehingga tampak sangat menyenangkan.

Para tamu begitu menikmati semua hidangan walau mereka setiap harinya bisa memesan masakan seperti itu. Bagi kami merupakn hal yang istimewa bisa bersantap ria dengan masakan khas perpaduan antara China dan Mongolia yang cukup unik dan menggugah rasa serta penuh cita rasa.

Hampir semua meja tampak bersih dan jarang ada yang tersisa. Khusus di meja kami disediakan nasi tetapi kami semua sudah sepakat tidak mencicipi nasi kecuali sesendok dua sendok saja. Pesta benar benar terkesan membahagiakan yang hadir dan para tamu juga terlihat puas menikmati semuanya.

Disaat para hadirin sedang bersantap, sang pengantin berkeliling mengunjungi setiap meja untuk menyapa memberi semangat dan berterima kasih atas kehadiran serta doanya. Dan bersyukur kepada Allah agar semua yang hadir diberi kesehatan dan barokah serta senantiasa bahagia bersama keluarga.

Semoga kita selalu sehat