area mongolia

Kisah Lain dari Jalur Sutra 15

Sekitar 1 jam acara jamuan pesta pernikahan usai dan para handai taulan mohon diri satu persatu. Entah apa yang dibicarakan dalam pamitan tersebut, yang jelas kesan mereka tampak bahagia menghadiri dan menyaksikan prosesi pernikahan.

Setelah para tamu sudah meninggalkan arena sajian, kamipun akhirnya menuju kamar hotel yang berjarak sekitar 25 meter dari bangunan ala rumah Mongolia. Kami rehat sejenak setelah seharian berjemur dibawah terik matahari serta hembusan semilir angin. Kami merebahkan serta meluruskan badan sejenak agar aliran darah kembali lebih lancar dan merata.

Kami tidak seterusnya istirahat apalagi tidur. Pengembaraan yang menurut kami sangat unik ini kami manfaatkan sebaik baiknya untuk dinikmati semaksimal mungkin serta tidak menyia nyiakan waktu hanya utntuk pindah tidur aja. Maka kami pun selalu inspeksi disekitar hotel yang areanya cukup luas di tengah savana.

Di area hotel disediakan beberapa permainan yang bisa dimanfaatkan oleh tamu, namun sayang tidak tersedia kuda, unta atau hewan ternak lain seperti yang terlihat sepanjang perjalanan. Kami memanfaatkan layaknya sepeda odong odong yang tersedia dan bisa digunakan orang dewasa. Kami mengayuh sepeda odong disebagian terik yang sudah mulai condong ke barat serta hembusan semilir angin yang cukup menyejukkan.

Saat musim panas itu matahari tenggelam lebih dari pk 19.00 waktu setempat. Kami mengitari area hotel dengan sangat enjoy serta semangat olah raga, walau mengayuh sepeda namun bisa menyirnakan kepenatan. Dan tidak terasa sampai matahari hampir tenggelam diperaduannya.

Kami segera kembali ke kamar dan membersihkan diri, karena pk 20.00 nanti akan ada jamuan makan malam dari sang pengantin. Setelah solat maghrib kamipun segera bersiap diri untuk menghadiri makan malam di gedung lain sebelah induk hotel.

Semoga kita selalu sehat