atraksi mongolia

Kisah Lain dari Jalur Sutra 16

Usai solat Maghrib sudah hampir 19.45 waktu setempat dan beberapa tamu sudah mulai berdatangan menuju resto lantai 1 hotel sebelah. Kamipun menyiapkan diri untuk memenuhi undangan makan malam di gedung sebelah resto di lantai 1.

Di resto itu tersedia sekitar 10 meja bundar yang bisa digunakan untuk 10 orang undangan. Kamipun mengambil 1 meja karena kami belum siap untuk berbaur dengan mereka. Selain faktor bahasa, diantara kami saling diikuti oleh saudara mereka sendiri sehingga seakan harus berkumpul bersama keluarga.

Malam ini makanan yang menjadi favorit adalah sate kambing, enak dan empuk sekali layaknya makan tahu. Malam purnama ini kami juga tidak makan nasi karena memang tidak disediakan dan kami tidak berniat memesannya. Beberapa macam sayur dihidangkan, ikan laut serta ayam juga tersedia. Buah serta beberapa minuman disajikan untuk menlengkapi jamuan malam pengantin yang berbahagia.

Usai pesta makanan, dilanjutkan dengan ramah tamah di arena terbuka yang pada siang hari tadi untuk pesta pernikahan. Mungkin ini semacam pesta adat, para undangan tanpa kursi berdiri dengan santai dan semua hadirin mengitari pembawa acara yang terkadang melantunkan sebuah lagu dan terkadang melawak. Sayang kami tidak memahami bahasanya.

Untuk melawan udara yang semakin dingin sekitar 16oC, ditengah arena mulai dinyalakan api unggun yang diselingi kembang api yang cukup memukau. MC juga memainkan atraksi api yang semakin menghangatkan suasana. Dan semua hadirin seakan hanyut dalam suasana kebahagiaan seperti yang dimiliki sang pengantin.

Tidak terasa pula si purnama sudah semakin tinggi tanda sudah larut malam. Beberapa orang masih meneruskan menyantap makanan ringan yang tersedia. Dan beberapa telah memilih untuk istirahat dikarenakan juga semakin dingin udara menyelimuti kawasan savana.

Sorot mata setiap sanak saudara serta sahabat erat pengantin yang hadir tampak mengiringi kebahagiaan sang mempelai. Kepuasan sajian dan layanan sang raja sehari bagai membuai mereka semua dan seakan tidak bisa terucap dengan sederetan kata.

Kami merasa bersyukur karena bisa menyaksikan hal yang sangat unik yang belum tentu bisa ditawarkan oleh biro travel manapun. Apalagi disertai kuliner islami di negeri eks tirai bambu yang beraneka ragam dan rasa yang sangat memuaskan serta menyehatkan.

Dari sajian hidangan sejak tiba di negeri eks tirai bamboo ini, kami bisa menambah wawasan tentang kebiasaan konsumsi makanan yang sehat dengan minim menyantap karbohidrat, apalagi gula. Mereka sangat jarang mengkonsumsi gula walau bukan diabetisi. Mereka lebih banyak makan sayur dan buah serta protein yang memang menyehatkan. Semoga kita selalu sehat. (Abk)