toya devasya

Pengembangan Wisata Berbasis Alam

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

toya d

Pengembangan wisata berbasis alam merupakan hal yang istimewa, karena Indonesia sangat indah. Namun demikian, bukan hal yang mudah karena pasti terkendala fasilitas umum dan umumnya harus menempuh perjalanan yang relatif berliku. Karena bukan merupakan wisata komoditas, tetapi merupakan wisata khusus dan unik, maka harus digarap dengan sangat spesifik dan memerlukan effort yang luar biasa. Inilah yang sudah dilakukan oleh Bapak I Ketut Mardjana, Ph.D. mantan Direktur Utama PT Pos Indonesia. Rekord Beliau sendiri adalah pemimpin yang  mendobrak semua hal yang tidak mungkin. 11 Agustus 2009 Beliau diangkat sebagai Dirut PT Pos Indonesia. Posisi keuangan saat itu adalah defisit Rp70.749.000.000,00 dan posisi lainnya adalah Sumber Daya Manusia-nya seperti kehabisan tenaga, serta banyaknya aset potensial yang tidak terawat dengan baik.  Dengan gaya kepemimpinannya yaitu Breakthrough Leadership, akhirnya PT Pos Indonesia mendapat laba Rp98.268.000.000,00 yang artinya lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Laba ini naik terus, bahkan menjadi Rp212.000.000.000,00. Dari posisi SDM terjadi gairah kerja yang luar biasa meningkat dan aset terlihat kinclong ‘Orange” cerah di mana-mana.

Inilah yang menjadi pijakan I Ketut Mardjana, Ph.D. dalam mengelola Toya Devasya. Destinasi wisata Toya Devasya ini adalah merupakan salah satu destinasi terindah di Pulau Bali. Capaiannya adalah 98% pengunjungnya adalah turis asing, dan 2% adalah turis domestik. Turis mancanegara ini yang terbanyak adalah dari turis Rusia, Italia, Perancis, Inggris, Jerman, dan diikuti turis Jepang.

Dari sisi perekonomian masyarakat, Toya Devasya mengangkat tingkat kesejahteraan penduduk Toya Bungkah, Kintamani, Bali, Indonesia.  Toya Devasya sendiri adalah kerjasama antara desa dan Bapak I Ketut Mardjana, Ph.D. selama 50 tahun, hal ini tentu merupakan suatu tranfer modal, transfer kepemimpina, transfer knowledge, transfer bisnis, transfer managerial, dan transfer skill yang luar biasa dari I Ketut Mardjana. Bermodal pendidikan dan pengalaman serta semangat I Ketut Mardjana dalam mengelola Toya Devasya ini, terlihat jelas aura energi kebahagiaan bagi seluruh pengunjung dan stake holder semuanya.

I Ketut Mardjana sendiri meraih doktoral dan masternya di Monash University, Australia. Pengalamannya selama tinggal dan mengelilingi seluruh dunia membuat Beliau terinsipirasi dalam mengelola Toya Devasya dengan memadukan perbedaan yang ada. Harmoni cita rasa lokal dan cita rasa internasional. Inilah konsep dalam mengelola Toya Devasya. Tekadnya memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga pengunjung Toya Devasya merasakan manfaat kebugaran, kesehatan fisik, kesehatan spiritual ketika menghirup udara, air, dan tanah yang segar di Toya Devasya. Air hangat yang keluar dari celah-celah bebatuan. Air ini sangat berbeda dengan air hangat lainnya, airnya sangat jernih, tidak berbau, dan sangat segar. Udara yang sejuk karena berada di lereng Gunung Batur, dan tanah yang sehat.

Toya Devasya sendiri dikelola dengan konsep filosofi Tri Hita Karana. Filosofi agung ini merupakan sikap yang menjunjung tinggi hubungan yang harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta. Toya Devasya sendiri merupakan rangkaian destinasi wisata yang terdiri dari The Ayu villa, Ayuevedic spa, adventure, camping, dan soaking pool. Rangkaian ini merupakan implementasi dari semboyan Bali’s best healing hot spring water. Adanya semboyan tersebut, membuat Toya Devasya membangun salah satu natural hot spring pool terbaik di dunia. Menyuguhkan kolam renang dengan air hangat alami yang langsung mengalir dari kaki Gunung Batur, membuat kandungan mineral tetap terjaga untuk relaksasi dan kesehatan pengunjung.

Setelah puas berendam dan berenang di natural hot spring water, wisatawan bisa mencoba menginap dengan konsep yang berbeda dari kebanyakan hotel. Salah satu tempat unik di Toya Devasya adalah camping ground, yang menyuguhkan sensasi menginap di alam dengan tenda layaknya berpetualang. Wisatawan tidak perlu risau akan adanya keterbatasan akses untuk mandi dan ke kamar kecil. Justru, selain terdapat standard tent dan executive tent, di camping ground ini telah disediakan kamar mandi dan toilet yang bersih. Sehingga, pengalaman camping ini akan menyenangkan, berpetualang di alam dan tinggal seperti di rumah sendiri. Tak ketinggalan, wisatawan pun mendapatkan makanan yang lezat dan bergizi, yakni terdapat barbeque dinner set menu untuk makan malam dan berbagai masakan Indonesia untuk sarapan.

Setelah menginap, wisatawan juga bisa mencoba berpetualang menjelajahi Kintamani bersama Toya Devasya Adventure. Terdapat berbagai pilihan yakni trekking di Gunung Batur dan menuruni Bukit Payang, hiking di Black Lava, bersepeda di kaki Gunung Batur, Kedisan-Abang,  dan Black Lava, rekreasi di Danau Batur, dan touring dengan jeep di Black Lava. Perjalanan akan sangat menyenangkan dengan semua peralatan yang sudah disediakan oleh Toya Devasya.

Lelah berpetualang di alam Kintamani, wisatawan bisa merasakan Toya Devasya Ayurvedic Spa. Dengan metode ayurveda yang sudah digunakan sejak berabad-abad lamanya dari India Kuno, Ayurvedic Spa dikenal dapat mencegah berbagai masalah kesehatan dan memberikan keseimbangan jasmani, rohani, dan pikiran bagi wisatawan. Hal ini dikarenakan adanya tiga unsur biologis yakni vata, pitta, dan kapha dalam teori tridosha, yang dipercaya mampu memberikan kombinasi perawatan kesehatan menyeluruh bagi tubuh.

Semoga kita selalu sehat.

toya devasya 2

I Ketut Mardjana, Ph.D.  mantan Dirut PT Pos Indonesia owner Toya Devasya, Kintamani, Bali, Indonesia. Gambar diambil oleh Sri Suryaningsum.

 

*) Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Pengentasan Kemiskinan”

Kepala Pusat Penelitian UPN “Veteran” Yogyakarta