Revolusi Mental – Ideologi Berbasis Air Minum Daerah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

Revolusi mental ideologi dengan memproduksi air minum dalam kemasan? Inilah yang dilakukan oleh tiga Perusahaan Daerah Air Minum di Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu  PDAM Kulon Progo, PDAM Sleman, dan PDAM Bantul. Ketiga PDAM ini berupaya keras dalam menyiapkan air minum  sebagai produknya, bukan sekedar air bersih sebagai produknya. Hal ini terlihat jelas pada visi ketiga PDAM tersebut. Untuk menyakinkan bahwa kualitas yang dihasilkan adalah air minum maka ketiga PDAM ini melakukan diversifikasi usaha dengan menjual air minum dalam kemasan. Ini dilakukan untuk mendukung pendapatan asli daerah. Selain itu ada semangat untuk melakukan branding ideologi yaitu mampu berbisnis dengan kekuatan lokal yang dimiliki oleh daerah.

Branding ideologi ini penting karena terkait bela negara dengan kemandirian pangan (minuman), budaya, dan etos kerja. Mandiri pangan (minum) berarti menciptakan sumber bisnis air minum yang dikelola sendiri oleh daerah. Budaya merasa bangga atas semua produk Indonesia, sadar bahwa sesungguhnya belum bisa bersaing dalam memproduksi teknologi, sehingga yang bisa dibanggakan adalah ketika menghasilkan karya nyata, yaitu air minum kemasan yang diproduksi sendiri. Etos kerja akan meningkatkan etos kerja dengan mengelola air yang dimiliki oleh masyarakat daerah sendiri, bukan hanya jadi penonton dan penikmat air yang diproduksi oleh pabrik asing yang pada gilirannya akan meningkatkan semangat berkarya dengan memanfaatkan sumber daya daerahnya sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi daerahnya.

Kemandirian ekonomi suatu daerah bisa dilakukan dengan praktik nyata. Praktik nyata dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh daerah tersebut dengan pengelolaan yang inovatif berbasis ekonomi kerakyatan. Sistem Ekonomi Pancasila sesungguhnya merupakan sistem lokal yang merupakan  jawaban dari pencarian kekuatan tandingan atas fenomena globalisasi.  Lebih tegasnya, sistem Ekonomi Pancasila adalah jawaban dari upaya membangun kekuatan lokal di Indonesia. Namun hal ini perlu suatu komitmen, tauladan,  dan integritas dari pimpinan kepala daerah. Kepala daerah perlu terus-menerus melakukan revolusi mental bagi masyarakatnya. Revolusi mental ini terkait mengubah paradigma atau mind set supaya mencintai dan bangga atas produksi daerahnya, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemandirian suatu daerah.

Pada tulisan ini akan dibahas upaya revolusi mental dengan kemampuan memproduksi air minum dengan visi yang dicanangkan oleh masing-masing PDAM yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.  Pembahasan terkait visi ini sangat penting, karena visi menjadi landasan dalam mencapai tujuan masing-masing PDAM tersebut.

No PDAM Kota/kabupaten Visi
1 PDAM Kulon Progo Menjadi Perusahaan Air Minum yang Sehat, Mandiri dan Profesional
2 PDAM Tirtamarta, Kota Yogyakarta Menjadikan PDAM Tirtamarta Yogyakarta yang Unggul, Profesional dan Mandiri.
3. PDAM Kabupaten Sleman Menjadi perusahaan air minum yang sehat, mandiri dan terpercaya
4. PDAM Bantul Menjadi perusahaan daerah air minum yang sehat dan mandiri
5. PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul        Profesionalisme kerja untuk mewujudkan Perusahaan Daerah Air Minum yang sehat dan mandiri dalam melayani kebutuhan air minum kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul

Data diolah dari masing-masing sumber web site resmi PDAMKulon Progo,PDAM Tirtamarta, Kota Yogyakarta,PDAM Kabupaten Sleman, danPDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul. Per 1 November 2017.

 

Visi PDAM Kabupaten Kulon Progo, PDAM Kabupaten Sleman, dan PDAM Kabupaten Bantul hampir sama yaitu mempunyai tekad menjadi perusahaan air minum yang sehat dan mandiri. PDAM Kulon Progo ditambahi dengan kata profesional dan PDAM Kabupaten Sleman ditambahi dengan kata terpercaya. Ketiga PDAM ini, nantinya terbukti benar-benar menjadi perusahaan yang menyediakan jasa air minum yang sehat dan mampu bersaing dengan air minum yang ada di pasaran.

PDAM Tirta Binangun Kabupaten Kulon Progo memproduksi air minum dalam kemasan sejak  awal 2012. Awal berproduksi air minum dalam kemasan ini memilih merek Sehat. Merek ini dipilih dengan harapan yang minum menjadi meningkat kualitas kesehatannya, namun demikian merek Sehat tidak bisa didaftarkan karena merupakan kata keterangan yang jamak dipakai. Airku menjadi merek yang dipilih karena ku menunjukkan arti Kulonprogo.

Pada tahun 2012 ini, hampir semua PDAM hanya menyediakan air bersih, bukan air minum. Sehingga PDAM seluruh Indonesia sering diolok-olok sebagai perusahaan air mandi, karena dianggap kualitas air yang disediakan hanya untuk air bersih, bukan air minum.

Kebutuhan air minum dalam kemasan Airku semakin meningkat. Di awal produksinya, Bupati Kulonprogo berjuang keras mengubah mind set warganya, agar selalu menggunakan produksi sendiri dalam hal ini adalah Airku. Komitmen Bupati Kulonprogo ini dituangkan dalam surat imbauan agar semua SKPD dan instansi pemerintah kabupaten Kulonprogo terkait harus selalu menggunakan Airku dalam setiap kegiatannya. Bupati dengan bangga mengkampayekan perubahan mid set ini dengan semboyan Bela Beli Kulonprogo. Artinya ada konsep pertahanan membela dengan membeli produk sendiri. Membela ideologi kemandirian ekonomi kerakyatan. Ada sisi patriotisme jika menggunakan produksi sendiri. Sisi patriotisme ini nampak karena perjuangan secara ekonomi. Perjuangan dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Memproduksi dan memakai dari milik sendiri, yang nilainya akan menyejahterakan masyarakat Kulon Progo khususnya. Sehingga ketika Bupati Kulonprogo diwawancarai bagaimana rasa air minum Airku produksi PDAM Tirta Binangun Kulon Progo, Beliau menyatakan rasa air minum Airku ini berasa semangat ideologi ekonomi kerakyatan. Semangat perjuangan mengentaskan kemiskinan, pada saat awal produksi kemiskinan di Kulon Progo mencapai lebih dari 22,54%. Pada tahun 2014 jumlah angka kemiskinan menurun menjadi 16,74%. Inilah hasil dari salah satu langkah nyata dalam pengentasan kemiskinan di Kulon Progo dengan memproduksi air minum kemasan yang telah dilakukan oleh PDAM Tirta Binangun Kulon progo.

PDAM kabupaten Sleman membuat air minum dalam kemasan dengan merek Daxu. Merek ini menjelaskan bahwa Air minum dari Kaliurang. Nama yang menjual, karena mudah diingat dan artinya Kali Urang adalah wilayah yang dingin dan memiliki banyak sumber mata iar pegunungan.Air minum ini pertama dilaunching tanggal 5 November 2016. Ini adalah langkah yang bagus bagi PDAM Sleman, karena penduduk Sleman sangat banyak, apalagi hampir sebagian besar universitas berdiri di Sleman. Universitas ini memiliki mahasiswa yang sangat banyak dan berasal dari berbagai kota dari Indonesia, sehingga merupakan konsumen besar.

PDAM kabupaten Bantul membuat air minum dalam kemasan dengan merek Tirta Dharma PDAM Bantul Amanah. Air minum ini pertama dilaunching tanggal 21 Juli 2016. Ini adalah langkah yang bagus bagi PDAM Bantul, karena penduduk Bantul sangat banyak.

Visi PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta, yang dalam visinya tidak tersurat menjadi perusahaan air minum yang sehat, tetapi visinya adalah menjadikan PDAM Tirtamarta  Yogyakarta yang Unggul, Profesional dan Mandiri. Kata-kata unggul, profesional, dan mandiri kemudian diberi penekanan pemahaman sebagai berikut.

  1. Unggul artinya pelayanan PDAM kedepan lebih baik, dari sisi kuantitas, kualitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.
  2. Profesional artinya PDAM mempunyai komitmen dalam mewujudkan dan meningkatkan kualitas pelayanan air minum.
  3. Mandiri artinya Pembiayaan investasi dalam pengembangan dan pelayanan air minum dengan kemampuan sendiri.

Sesuai dengan visinya, maka PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta menyediakan fasitas air minum gratis yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis di kota Yogyakarta, yaitu di trotoar jalan Malioboro, di Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta, serta di kompleks balai Kota yogyakarta sejak pertengahan 2017.

Visi yang dinyatakan oleh PDAM Gunungkidul adalah  Profesionalisme kerja untuk mewujudkan Perusahaan Daerah Air Minum yang sehat dan mandiri dalam melayani kebutuhan air minum kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Hal ini menyiratkan bahwa budaya profesional masih harus dibudayakan di perusahaan PDAM Gunungkidul. Masih konsentrasi dengan pembenahan internal. Namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa PDAM Gunungkidul akan segera mengejar dalam produksi air minum  bukan sekedar air bersih seperti empat PDAM di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini mengingat Kabupaten Gunungkidul selalu mengejar ketertinggalannya dengan cepat, spertihalnya pengelolaan parawisata Gunungkidul yang mampu menghasilkan pendapatan asli daerah sama dengan tiga kabupaten dan satu kota di DIY.

Semoga kita tetap sehat dan bahagia.

air ngombe 2

Bupati Kulon Progo dalam Perumda Aneka Usaha Kulon Progo.

air ngombe 1

Bupati Sleman (tengah) dalam peresmian air minum kemasan Daxu, 5 November 2016.

dir pdam

Direktur PDAM Bantul, Yudi Indarto menunjukkan air minum dalam kemasan (AMDK) Tirtadharma PDAM Bantul yang diluncurkan saat Hari Jadi Bantul ke 185, Rabu (20/7/2016) (Tribun Jogja, 20 Juli 2016).

air ngombe

Tengah adalah Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, SP.OG (k) dan Dr. Sri Suryaningsum, 28 Desember 2017.

 

*) Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Pengentasan Kemiskinan”

Kepala Pusat Penelitian LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta

No. Hp. 085729671807  Email: srisuryaningsum@upnyk.ac.id