batik5

Makna Dibalik Motif Batik Wayang

Oleh : Dr. Sri Suryaningsum, S.E., M.Si., Ak., C.A.*)

Menghargai selembar kain batik, sangat perlu memiliki rasa cinta, bukan hanya sekadar menyukainya. Memandang lukisan di kain batik sendiri memberikan energi yang luar biasa, seolah semua kelelahan menjadi hilang karena keindahan dan keharuman selembar kain batik. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa). Sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi muda saat ini, agar kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia selalu terlihat dan dipandang oleh negara lain. Dalam beberapa catatan, perkembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada kerajaan Solo dan Yogyakarta. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Perempuan-perempuan Jawa dimasa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian sehingga dimasa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan ekslusif perempuan. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana/keraton ini, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada konferensi PBB.

Di Indonesia bahkan di dunia Internasional batik telah memiliki tempat dihati masyarakat. Sejarah batik merupakan budaya yang lahir dari keajaiban-keajaiban kuno di Jawa dan berkembang pesat di daerah tersebut hingga sekarang.  Salah satu jenis motif batik yang digemari rakyat Jawa adalah motif Batik Wayang. Dalam bahasa Jawa, kata wayang berarti “bayangan”. Jika ditinjau dari arti filsafatnya, “wayang” dapat diartikan sebagai bayangan atau sifat-sifat yang ada dari dalam jiwa manusia.

Pada tanggal 1 September 2016, Presiden republik Indonesia, yaitu bapak Joko Widodo menggunakan motif batik wayang pada saat menerima kunjungan kehormatan dari Ratu Belanda Queen Maxima Zorregueita Cerruti selaku Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna membicarakan pembiayaan inklusif untuk pembangunan di Indonesia. Dalam perbincangan pada hari itu, mereka membahas beberapa hal terkait kerjasama dengan negara Indonesia. Jokowi berharap petani dan nelayan dapat dengan mudah memiliki akses terhadap layanan perbankan.

Bapak Joko Widodo terlihat berwibawa dengan batik wayang yang digunakannya. Jenis motif batik ini memiliki filosofi yang memang tepat digunakan pada saat itu. Karena, batik tersebut memiliki cerita  Pandawa bertemu dengan Kurawa di kerajaan Hastinapura. Pandawa berselisih dengan Kurawa, lalu mengadakan pertemuan di kerajaan Hastinapura dengan tujuan untuk melakukan perdamaian daripada perang. Yang artinya Belanda dulu pernah menjajah dan berselisih dengan Indonesia. Lalu pada tanggal 1 September 2016, Ratu Belanda Queen Maxima datang ke Indonesia guna membahas beberapa hal terkait kerjasama dengan negara Indonesia. Indonesia bisa diibaratkan sebagai Hastina.

Semoga kita selalu sehat dan bahagia.

*)Ketua Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi UPNVY “Tata Kelola Perbatikan Nusantara”

Kepala Pusat Penelitian UPN “Veteran” Yogyakarta

Foto dari : tribunnews.com