zhangbei 3

Kisah Lain dari Jalur Sutra 23

great wall 2

Seharian kami berkelana mengenang sejarah masa lampau yang gemilang dan dilindungi dunia, malam harinya kami semua full team akan santai memenuhi undangan sang tuan rumah. Setelah maghrib sekitar pk 19.00 waktu setempat saat Juli 2017 itu, kami menyeberang jalan ring road yang cukup lebar menuju salah satu resto muslim.

Tidak ada acara resmi, namun sekedar silaturrakhim karena besok kita harus sudah meninggalkan Beijing menuju Kuala Lumpur. Resto di jalan ringroad 5 ini cukup bersih dan lebih tertata rapi dibanding resto muslim yang ada di Zhang Jiakou. Mungkin memang resto yang berada di ibukota dan pengunjungnya memang cukup ramai.

Kami memesan santapan yang menurut kami belum pernah mencicipinya dan makanan favorit kami sate kambing dengan rasa berbeda dengan di negeri kita. Setiap orang pesan makanan yang berlainan agar bisa mencicipi lebih banyak macam kuliner yang ada. Dan kami saling mencicipi hidangan yang dipesan.

Makanan pun tersaji, kami mulai ramai ‘berebut’ dengan sumpit seperti layaknya acting pendekar dalam film laga mandarin yang berebut makanan yang siap disantap. Kami bertujuh semeja, tentu saja sedikitnya ada tujuh macam makanan. Kami tidak menyisakan sedikitpun sajian resto muslim yang rasanya sangat pas dengan lidah kami. Apalagi esok hari kami sudah harus meninggalkan negeri eks tirai bambu itu.

Setelah puas dan kenyang menikmatinya kami berbincang santai secukupnya, antara lain cerita kilas balik beberapa hari yang lalu serta rencana perjalanan esok pagi. Kami bercerita kembali bagaimana rasa cemas ketika dibawa dari bandara Beijing Capital International Airport setelah menginjakkan kaki di negeri China, menuju apartemen sekitar bandara. Bagaimana kami berkelana berjalan kaki disekitaran Tiananmen yang begitu luas serta memandangnya dari ketinggian di Jingshan Park. Kemudian menuju arah utara Beijing dengan jarak tempuh 5 jam perjalanan ke Zhangbei yang ternyata masih masuk lagi ke area savana yang eksotik dan sangat menawan. Kami juga menikmati udara pegunungan di utara menuju arah ke Mongolia yang didominasi suku Uigur. Dan Great Wall yang sangat menakjubkan merupakan puncak petualangan dan terwujudnya mimpi kami di negeri China yang penuh kenangan indah.

Tur kami kali ini memang tidak mungkin dilakukan oleh biro tur manapun karena bukan hanya destinasi yang biasa dikunjungi, kami berkelana sampai ke pelosok yang jarang dilirik wisatawan. Sehingga kesan yang sangat indah tidak akan sirna begitu saja. Seusai semuanya kamipun menyeberang ke hotel untuk istirahat dan persiapan untuk perjalanan ke Malaysia esok hari. Semoga kita selalu sehat