wedang uwuh1

Wedang Uwuh, Warisan Tak Benda Sebagai Alternativ Oleh-Oleh Khas Yogyakarta

Oleh : Dra Anies Siti Hartati, M.Si*)

Hal pertama yang pasti terlintas jika menyebut kota Yogyakarta adalah Bakpia dan Gudeg. Makanan tersebut merupakan daftar teratas oleh-oleh khas dari Kota Istimewa ini. Namun, jika dirasa sudah mulai bosan membawa buah tangan tersebut, ada alternative baru yang bisa juga dijadikan pilihan. Wedang Uwuh salah satunya. Namanya mulai banyak dikenal kalangan pencinta budaya Yogyakarta yang juga penikmat kulinernya.

Bagi yang pernah ke kota istimewa ini, pasti sudah pernah merasakan wedang ronde yang dapat menghangatkan tenggorokan dengan beberapa toping didalamya. Namun disayangkan karena minuman tersebut hanya dapat diminum ditempat dan tidak dapat dibawa sebagai oleh-oleh. Wedang uwuh hampir sama dengan wedang ronde. Minuman ini juga terasa hangat saat diminum dan juga memiliki aroma yang khas saat diseduh panas-panas. Tetapi, minuman ini dapat dijadikan buah tangan karena berbentuk kemasan saset.

Wedang uwuh terbuat dari rempah-rempah asli tanah Jawa yang tentu saja memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Rempah merupakan tanaman obat yang sering digunakan sebagai bahan dasar jamu atau obat herbal. Berbagai bahan dasar Wedang Uwuh diantaranya adalah jahe, kayu secang, daun dan kayu manis, daun dan akar sereh, daun pala dan biji pala, kapulaga dan gula batu. Selain dikenal sebagai minuman berkhasiat karena berbahan dasar rempah-rempah, wedang uwuh juga terkenal karena memilki sejarah awal penemuan.

Secara singkat, wedang uwuh berasal dari kisah Wedang Secang yang tidak sengaja tercampur dengan dedaunan dan ranting pohon saat Raja Mataram bersemedi untuk penetapan hati pemilihan tempat pemakaman anggota keluarga raja di Bukit Merak Imogiri Bantul. Hal tersebut menimbulkan rasa yang berbeda dan membuat raja memanggil kembali sang pengawal pada esok harinya untuk dibuatkan minuman yang sama persis dengan yang ia minum sebelumnya. Kemudian pengawal membuat ulang dan terkejut ada bahan yang berbeda dalam wadah minuman yang ia buat sebelumnya. Ia mengamati, meracik dan membuat ulang minuman tersebut untuk malam selanjutnya. Sampai akhirnya minuman tersebut menjadi minuman terfavorit raja dan masyarakat Yogyakarta dan dikenal dengan nama Wedang Uwuh.

Dari manfaat dan didukung dengan sejarah awal mula ditemukan, pantas jika minuman ini terdaftar sebagai salah satu warisan tak benda di Indonesia yang wajib dijadikan oleh-oleh untuk keluarga.

 

*) Ketua Pengabdian Internal UPN “Veteran” Yogyakarta dengan judul Peningkatan Ekonomi Masyarakat dengan Pembuatan Usaha Wedang Uwuh.