Lintas Mutiara 48

Perjalanan hidup

Oleh : BundaSriMin

Hampir tiga puluh tahun tidak berjumpa dengan sahabat SMA ku ini, dia dulu termasuk primadona, cantik dan pintar serta dari keluarga berada. Pertemuanku pagi itu dengannya benar benar membuatku terhentak. Di pinggiran kota kami janji berjumpa. Obrolan ringan kuawali dengan berpelukan, dan tanya kabar keluarganya.

Kerja di mana? Sapaku, berapa anakmu. Dia awali cerita bahwa anaknya dua, sudah besar dan bekerja di perusahaan ternama. Ia lanjutkan ceritanya, Aku sendiri setelah menikah murni jadi Ibu rumah tangga atas permintaan suami agar dapat mengurus anak anak dan ngajari ngaji dengan baik.

Alhamdulillah dua anak laki laki ku kuliah di Perguruan Tinggi ternama dan sekarang sudah bekerja. Wanita sholihah, komentarku. Mengapa datang ke kota ini sendirian, mana suamimu, tanyaku.

Dua tahun yang lalu kami berpisah baik baik, karena beliau menikah dengan sekretarisnya dan anak anak tidak setuju bila ayahnya poligami, satu bulan yang lalu tepat di hari jum’at dipanggil Allah SwT untuk selamanya.

Itulah perjalanan hidup, menderita atau bahagia adalah pilihan. Hidup, mati, rizqi dan jodoh sebagai taqdir Allah SwT yang sudah ada ketentuannya. Memanfaatkan waktu kesempatan sebaik mungkin dan mempersiapkan kehidupan selanjutnya agar tidak ada penyesalan sebagai keniscayaan bagi orang beriman. Kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang kembali.

Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, aamiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.