Lintas Mutiara 158

Belajar Pada Penjual Es

Oleh : BundaSriMin

Siang itu menjelang dhuhur, cuaca terasa panas, akhirnya ada keinginan untuk membeli es buah di pertigaan.

Pembeli bertanya, “Mas…beli es buah satu bungkus, oh ya..  Mengapa yang jualan sampean sendiri, biasanya kan istrimu,….

Jawab sang penjual es: “Istri saya melahirkan anak ke dua, laki laki lagi” sambil tersenyum.

Jawab sang pembeli : “Coba lagi, kan baru dua”.

Penjual es melanjutkan ceritanya, kasihan istri pada saat mau melahirkan, andaikan aku bisa menggantikan rasa sakit, biarlah aku yang merasakan sakitnya. Penjual es lanjut bercerita, tahu sakitnya melahirkan begitu kok masih ada suami yang meninggalkan istrinya disaat menjelang melahirkan, berarti ia tidak punya ilmu paham”.

Dalam hatiku bergumam, mulya betul hati penjual es ini, andai para suami berhati mulya seperti penjual es, penuh kasih ssyang, memikirkan kebaikan pasangannya, berusaha tanggung jawab penuh, pastilah harmonisasi kehidupan keluarga itu akan menggapai kebahagiaan.

Tidak perlu harta berlimpah, atau berlebih. Cukup dengan menikmati, mensyukuri dan memahami apa yang menjadi peran dan tanggung jawabnya, baik di dunia atau setelahnya nanti, pasti keberkahan hidup akan selalu ada.

Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, amiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.