cantik

Demam Berdarah Mengancam

Oleh : dr achmad budi karyono

Intensitas hujan sejak akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 ini sangat tinggi dan tidak mudah diprediksi. Datang dengan tiba tiba dibarengi angin serta lebat seakan dicurahkan dari langit, tidak peduli siang atau malam. Di beberapa tempatpun terjadi angin punting beliung yang memporak perandakan apapun disekitar tempat kejadian. Apakah ‘karakter’ musim sudah berubah ataukah karena kerusakan alam sedemikian parah sehingga berdampak menjadi berubahnya musim.

Yang berubah bukan hanya musim saja, ‘karakter’ penyakit Demam Berdarah juga berubah. Beberapa pasien yang datang tidak menunjukkan tanda yang menurut teori seperti Demam Berdarah. Antara lain bintik atau perdarahan yang timbul, bisa tidak terjadi pada penderita demam berdarah di awal tahun 2019 ini. Begitu juga hasil pemeriksaan darah masih dalam batas normal. Namun beberapa hari kemudian pasien mendadak lemah dan hasil laboratorium turun drastis dan sangat mengkhawatirkan. Dengan perubahan ini masyarakat perlu lebih waspada terhadap semuanya, baik perubahan alam maupun pola penyakit yang mengancam setiap saat.

Pada saat ini di semua rumah sakit tidak lepas dari merawat penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini, dan bisa sampai beberapa pasien yang terbaring di rumah sakit karena demam berdarah ini. Penderita akan tertangani dengan baik bila datangnya tidak terlambat dalam fase syok, sehingga perawatan lebih lanjut bisa mendapatkan yang terbaik.

Sebaiknya kita harus selalu berusaha dan waspada agar tidak terhinggapi oleh demam berdarah, tentu saja dengan melakukan upaya yang bisa dan mudah dilaksanakan di masyarakat. Menjaga lingkungan yang bersih merupakan kunci utama pencegahan demam berdarah. Kalau kita selalu melaksanakan 3M plus secara sadar, rutin dan mandiri setiap keluarga, kita sudah tidak perlu khawatir lagi dengan penyakit yang selalu mengancam jiwa ini. Jaga selalu kondisi sanitasi yang higienis di sekitar kita. Semoga kita selalu sehat.