Lintas Mutiara 311

Mendengarkan

Oleh : BundaSriMin

Seorang ibu berkisah bahwa anak laki lakinya yang berusia 16 tahun telah bertengkar dengan gurunya di Sekolah, sehingga Ia dipanggil oleh guru BK untuk membimbing anaknya dan mengarahkan, membentuk kedewasaan dan kemandirian sikap.

Penyebab pertengkaran karena sang murid tidak mendengarkan atau asyik dengan dirinya sendiri saat Sang guru memberi penjelasan.

Pertengkaran antara pendidik dengan peserta didik seharusnya tidak pernah terjadi mengapa, pendidik adalah orang dewasa (secara biologis, psikologis, paedagogis dan sosiologis) dalam dirinya sudah bisa merasakan bagaimana mendidik anak, sehingga timbul rasa menyayangi, kalaupun terjadi gejolak pada anak usia remaja, pendidik harus mampu meredam emosi tersebut, bukan malah terpancing emosi.

Pendidik memiliki mental pengalaman dan pendidikan yang lebih matang atau tinggi dari anak didiknya, karenanya pasti mampu menempatkan diri dan mendengarkan apa yang menjadi curhatan peserta didik.

Mendengarkan seolah kegiatan yang pasif, padahal mengandung makna kesabaran, kemampuan mengelola emosi dan sikap rendah hati.

Mendengarkan cenderung diam dan sering dianggap lemah atau kalah, padahal sikap tersebut menunjukkan kebijaksanaan seseorang.

Agar apa yang disampaikan pada peserta didik diterima atau didengarkan, maka pendidik harus mampu menjadi pendengar yang baik dulu, yaitu memberi respon hasil pendengaran dengan sikap yang santun, masuk akal dan tidak terkesan menggurui atau merendahkan serta meremehkan.

Kebanyakan manusia sulit menjadi pendengar yang baik, maunya orang lain yang mendengarkan dirinya, karena keegoisan.

Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, amiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.