Lintas Mutiara 315

Menemani

Oleh : BundaSriMin *)

Seorang istri bercerita, ia minta maaf kepada atasan tempatnya bekerja, satu tahun terakhir ini sering ijin tidak masuk kerja karena harus menemani suami yang sakit untuk berobat ke luar kota (cuci darah) satu minggu dua kali, peristiwa tersebut sebagai ujian kesetiaan bagi sang istri, mampu bertahan ataukah tidak.

Agar memiliki kekuatan untuk ikhlas dan selalu siap menemani adalah sering mengingat masa indah atau kebersamaan pada waktu sehat, agar rasa cinta itu selalu ada.

Seorang anak bolak balik bertandang ke suatu kampung untuk menemani orangtuanya yang sakit sakitan,  hal ini sebagai ujian bagi seseorang tentang ketaatan pada orangtua (birulwalidain) yang telah  melahirkan, mendidik, menyayangi setulus hati, adakah hal sama dapat diberikan anak pada orangtuanya?

Dengan mengingat dan cinta tanpa batas dari orangtua pada anak anaknya yang akan menumbuhkan ikatan rasa ini ada selamanya.

Suatu pagi sambil menambah wawasan atau membaca, bisa ditemani dengan kopi, susu, teh, gethuk atau pisang goreng, untuk mengisi kekosongan perut dan menyegarkan suasana.

Menemani mereka yang lemah, atau yang membutuhkan, untuk memberikan motivasi bahwa kehidupan ini sangatlah indah untuk dinikmati dan disyukuri.

Jangan pernah ada satu detikpun waktu terbuang sia sia dengan suatu aktivitas yang tidak berguna dan penyesalan tak bertepi.

Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, amiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.

 

Bojonegoro, 10 April 2019

*) DR Sri Minarti Dekan Fak Tarbiyah IAI Suri Bojonegoro