Lintas Mutiara 352

Bertanya Pada Diri

Oleh : BundaSriMin

Realitas kehidupan manusia terkadang tak seindah harapan, keinginan kuat sudah disertai usaha dan doa terkadang hasilnya belum sesuai harapan, sehingga dapat membuat manusia galau atau sedih.

Akankah menyalahkan taqdir atau ketentuanNya?

Bertanya pada diri sendiri:

Pernahkah merenungkan sejenak dengan kesadaran yang tinggi, bahwa apa yang menjadi harapan dan kita lakukan masih didorong oleh hawa nafau untuk memenuhi ambisi dunia semata, misalnya sanjungan, penghargaan, kekuasaan, kedudukan atau mungkin juga untuk mendapatkan cinta dari wanita pujaannya yang belum tentu itu jodohnya, dan bisa jadi hal tersebut akan membuat kehancuran di kemudian hari.

Adakah hati sudah tulus dan suci bahwa apa yang kita lakukan dalam rangka mencari ridho illahi?

Adakah kita sering merenung bahwa banyak keterbatasan yang dimiliki, minimnya pemahaman tentang apa yang akan terjadi ke depannya, sehingga selalu berusaha  memperbaiki pola hati yang bersih dan pikiran positif, bahwa ketentuanNya pasti terbaik untuk manusia.

Apakah hati sudah memiliki rasa empati pada mereka yang sedang teruji?

Atau mungkin tidak memiliki kepekaan sama sekali, yang dapat menjawab pasti adalah diri sendiri.

Adakah kita sering berpikir secara mendalam bahwa kemulyaan itu dapat digapai dengan kerja keras dan kerja cerdas, tidak dengan bermalas malasan, serta selalu memohon pertolonganNya?

Pernahkah berpikir bahwa ujian dan cobaan hidup akan silih berganti, untuk meningkatkan derajat manusia, karena itu harus diselesaikan sesuai petunjukNya.

Apakah percaya bahwa susah dan senang adalah warna kehidupan yang tidak bisa dihindarkan, menghadapi dengan ketenangan dan kesabaran adalah ciri orang beriman.

Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, amiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.

Purwosari, 22 Mei 2019