EFAC1C3B-B760-4310-9F91-B3354600511B

Gema Takbir di Pulau Dewata

Oleh : achmad budi karyono
Di akhir Ramadhan 1440H saat pejalanan menuju bandara di Surabaya, kami berbuka terakhir pula di bulan puasa tahun ini. Sejak saat itu gema takbir mulai terdengar dari seluruh penjuru sudut kota yang biasanya macet, sekarang perjalanan cukup lancar.
Sekitar pukul 22.30 kami menginjakkan kaki di pulau Dewata, yang ternyata juga terdengar gema takbir yang mengagungkan Asma Allah. Terlebih lagi saat lepas subuh, ketika kami menyiapkan diri untuk solat ied. Di sepanjang jalan menuju lokasi solat ied penuh jamaah baik yang jalan kaki memenuhi trotoar serta tepian jalan. Sangat banyak pula yang mengendarai motor, kendaraan lincah andalan masyarakat kota yang macet. Begitu juga pengendara mobil yang parkirnya sampai sekitar 300 meter menyebar sekitaran lapangan Puputan Renon Denpasar.
Di dalam khutbahnya, khotib mengingatkan bahwa sejak tadi malam setiap muslim membaca takbir. Berarti hanya Allah yang maha besar dan kita semua mengakuinya. Sehingga yang lain kecil, termasuk seorang manusia, siapapun itu. Setiap kita yang solat disini, merupakan bagian dari jamaah solat ied 2019, hanya bagian dari masyarakat Denpasar. Sedangkan Denpasar hanya sebagian dari pulau Bali. Pulau Bali bagian dari pulau pulau di Indonesia, Indonesia bagian dari benua Asia. Benua Asia merupakan salah satu dari 5 benua yang ada di dunia. Sedangkan dunia adalah salah satu anggota planet dalam sistem tata surya matahari, dan masih dalam keluarga galaksi bimasakti. Galaksi bima sakti itu sendiri merupakan salah satu sekian banyak galaksi yang ada di alam jagad raya ini.
Ya Allah betapa kecilnya diri kita dihadapan Allah yang menciptakan seluruh alam raya ini. Maka patutkah seorang manusia itu menyombongkan diri dihadapan manusia lain, apalagi dihadapan Allah pencipta seluruh slam seisinya, demikian tegas sang khotib pada jamaah solat ied di lapangan Puputan Renon Denpasar Bali. Padahal sombong merupakan sifat iblis yang menentang Allah ketika diperintahkan untuk sujud dihadapan Adam.
Semoga dengan hikmah mengagungkan asma Allah dengan bertakbir di hari ini, akan mengingatkan kita untuk mengubur sifat sombong sebagai goal ibadah di bulan Ramadhan, menjadi mukmin yang muttaqin sesuai QS 2:183. Dan dengan membuang sifat sombong, ukhuwah islamiah akan terwujud sebagai agama yang rokhmatan lil alamin. Demikian juga dalam kehidupan bermasyarakat keseharian, akan selalu damai dan sejahtera. Semoga kita selalu sehat.