Mujahadah

Lintas Mutiara 361

Mujahadah

Oleh : BundaSriMin

Mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ berarti perang melawan musuh-musuh Allah, dan menurut istilah ahli hakikat, memerangi nafsu amarah bis-suu’ dan memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya sesuai dengan aturan syara’ (agama).

Sebagian Ulama mengatakan : ”Mujahadah berarti tidak menuruti kehendak nafsu”, dan ada lagi yang mengatakan ; “Mujahadah menahan nafsu dari kesenangannya” Mujahadah sebagai sarana mendapatkan hidayah rohani dari Allah dan ridhaNya , sedangkan hidayah merupakan permulaan dari taqwa (Muhammad 17), jadi dalam mujahadah terkandung unsur melawan hawa nafsu secara terus menerus.

Jadi pengertian mujahadah secara umum : berjuang, bersungguh-sungguh, melawan musuh yaitu hawa nafsu.

Sesungguhnya perang yang paling berat yaitu melawan hawa nafsu kesenangan duniawi, ambisi yang cenderung tanpa batas,

Kemungkinan masih ada manusia yang lebih mementingkan kesenangan duniawi dan ambisi peribadi pada bulan suci, daripada bermujahadah padaNya.

Padahal belum tentu kita dapat memastikan  tahun depan akan bertemu kembali di bulan penuh keberkahan ini.

Perlu dipertanyakan pada diri, sudahkah melakukan mujahadah di bulan penuh kemulyaan?

Apakah kita sudah merasakan hasil dari mujahadah menjelang berakhirnya bulan ramadhan?

Tidak ada kata terlambat dalam bermujahadah padaNya, selama hayat masih di kandung badan.

Manusia yang bersungguh sungguh melawan kesenangan duniawi (hawa nafsu) pasti akan mendapatkan hidayah dan ridlo dariNya untuk menggapai ketaqwaan.

Semoga kita semua ada niat dan upaya dengan sungguh sungguh untuk bermujahadah, agar termasuk golongan orang bertaqwa, yaitu selalu mendapat ridlo dan hidayahNya.

Ya Allah, ampunilah kekhilafan kami, amiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.

Purwosari, 2 Juni 2019