Antisipasi Dehidrasi Jemaah Haji 1440H

Gerakan minum bersama segera diterapkan dan dibiasakan setelah jemaah calon haji Indonesia tiba di Mekkah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan kesehatan yang muncul akibat dehidrasi.

Tim Dokter Jaga KKHI Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Sabtu waktu setempat mengatakan gerakan minum bersama akan diterapkan kepada jemaah calon haji Indonesia tiap dua hingga tiga jam. Nanti di tiap kloter akan diberikan penguatan seperti itu sehingga dengan minum bersama konsumsi cairan benar-benat bisa diukur dan dilakukan.

Pihaknya melihat ada kecenderungan selama ini jemaah calon haji asal Indonesia kurang sadar untuk mengkonsumsi cairan dalam jumlah cukup. Padahal asupan cairan sangat diperlukan terlebih saat puncak musim haji tahun ini diperkirakan suhu panas ekstrim akan terjadi sekitar lebih dari 50 derajat celcius.

Gerakan minum bersama harus menjadi bagian tak terpisahkan dan disadari bersama oleh jemaah calon haji Indonesia. Jangan nunggu haus dan jangan takut sering kencing.

Beberapa tips yang disampaikan oleh KKHI yakni jemaah harus mampu mengelola dan mengukur kemampuan diri serta mengatur dengan baik aktivitas fisiknya, terlebih mereka yang memiliki penyakit bawaan. Gunakan selalu alat pelindung diri seperti payung, topi, kacamata, sandal.

Pihaknya juga menekankan pentingnya jemaah calon haji untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur yang disediakan katering resmi bagi jemaah. Seringkali mereka tidak makan buahnya, mereka simpan dan akhirnya tidak terkonsumsi, padahal ini harus dimakan. Dan jangan lupa untuk konsumsi kurma.

Sebaiknya selama di tanah suci Mekah dan Madinah, jemaah haji minum air zam zam, pesan Dr Budi Kloter 73 SUB.

 

Sumber : Kemenag