jangan lupa

Lintas Mutiara 387

Jangan Lupa

Oleh : BundaSriMin

Berbuat  kebaikan sudah seharusnya dilakukan oleh siapa saja dan kepada siapa saja, tanpa didasari oleh balas jasa atau mengharapkan pujian sanjungan dari manusia.

Pujian manusia cenderung bersifat pura pura, dan tidak akan bertahan lama, dan pada akhirnya akan menyesakkan dada.

Ada orang yang dikenal murah hati, dermawan dan sangat ramah pada orang lain atau teman-temannya, tetapi bersikap sebaliknya ketika bergaul dengan keluarga, apa yang menjadi tendensi perbuatan baiknya, apakah pujian atau sanjungan dari orang lain?

Ada juga orang yang berbuat baik, ramah, penyayang terbatas pada keluarga, tetapi tidak ada kerjasama ataupun membantu sesama orang yang membutuhkan, apa yang menjadi alasan perbuatan baiknya?

Begitu sempurna ajaranNya, semua sisi kehidupan manusia memiliki aturan yang jelas,  mulai dari apa yang menjadi alasan suatu perbuatan itu dilakukan, kepada siapa ditujukan dan apa harapannya.

Segala perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia seharusnya karenaNya semata, yang telah memberi banyak nikmat, namun terkadang kurang disadari.

Berbuat kebaikan pada diri sendiri, keluarga selanjutnya pada orang lain, itu alur yang benar, bukan malah sebaliknya, pada orang lain ramah baik hati dermawan, tetapi pada keluarga pelitnya bukan main, karena hanya untuk mendapatkan kesan baik dari manusia, hal itu akan sia sia.

Sebagi ilustrasi, lilin itu baik bisa menerangi dalam kegelapan, tetapi tidak baiknya ia terbakar oleh panas apinya sendiri. Berbuat baik pada orang lain sebagai kewajiban, tetapi jangan mengorbankan tugas utamanya berbuat baik pada diri dan keluarga.

Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, amiin. Semoga bermanfaat. Semoga kita selalu sehat.

Purwosari, 11 Juli 2019