jumatan di mekah

Suhu Mekah Madinah Cukup Menyengat

Musim haji 1440H kali ini bertepatan dengan musim panas di Jazirah Arab, termasuk di Mekah dan Madinah.

Jelang kedatangan jemaah ke Makkah, para calon haji diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang cukup menyengat. Mereka diminta tetap jaga kesehatan agar tubuh tetap prima.

Suhu udara 42 celcius, panas sekalidemikian info dari Kepala Sektor 10 di Masjidil Haram, Sabtu (13/07).

Kondisi panas tersebut dinilainya akan memberikan pengaruh bagi kesehatan para jemaah haji dari Indonesia. Untuk itu, para jemaah calon haji diminta banyak minum air dan mengonsumsi buah.

Sebaiknya jemaah haji Banyak minum air dan makan buah-buahan. Gunakan penutup kepala jika keluar dari pemondokan dan jaga selalu kondisi badan akan tetap prima dan sehat.

Jemaah calon haji dari embaraksi Solo direncanakan akan menjadi kloter pertama yang tiba di Makkah. Mereka akan dibawa menggunakan bus dari Madinah menuju Makkah pada Selasa 16 Juli 2019.

Untuk Kloter SOC Embarkasi Solo, terbagi menjadi dua Sektor yang menangani yaitu Sektor 10 dan 11. Kedatangan perdana di Sektor 10 Makkah adalah SOC 2 (asal dari Kab Sukoharjo Jateng) estimasi kedatangan di Makkah pada hari Selasa 16 Juli 2019 Pukul 15.25 WAS dengan jumlah jemaah 360 orang.

Untuk menyambut kedatangan para tamu Allah tersebut, tim Sektor 10 Makkah telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pengecekan ulang kesiapan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk calon haji.

Layanan kesehatan dan konsultasi bimbingan ibadah sudah disiapkan.

Selain itu, juga sudah siap secara aktif terkait persiapan teknis layanan kedatangan jemaah haji di wilayah Sektor 10 Makkah.

Sektor 10 Makkah, juga turut aktif juga memproduksi informasi-informasi dan edukasi terkait haji dalam bentuk infografis untuk mempermudah jemaah haji memahami rangkaian perjalanan operasional haji dari A-Z.

Terkait antisipasi jemaah yang tersasar di Masjidil Haram, ia mengimbau agar para tamu Allah itu tidak sendirian ketika keluar dari pemondokan atau ke Masjidil Haram. Bawa identitas pribadi dan gelang tetap selalu dipakai, kenali pahami betul lokasi hotel atau pemondokan yang di tempati.

Bila terpisah dari rombongan, minta bantuan kepada Petugas Haji Indonesia atau antar jemaah haji.

 

Sumber : Kemenag