Sisi Lain Jembatan Gantung 2

Penen Raya Membuat Bahagia

Oleh : YuFit

Dipertengahan bulan juli tahun 2019 ini merupakan bulan yang telah dinantikan oleh para masyarakat, khususnya orang-orang yang tinggal disekitaran jembatan gantung sidodadi ini. Terutama yang mata pencaharian yang terkait dengan bertani. Karena jerih payah mereka sejak beberapa bulan akhir akhir ini membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

Saat sinar sang surya mulai terlihat menampakkan warnanya, orang-orang disekitar jembatan gantung sudah siap untuk meraih apa yang telah dinantikan yaitu menyambut panen raya.

Mereka sudah melangkah keluar dari rumah dan juga berjalan menapaki jembatan gantung dengan hati-hati untuk memilah kayu mana yang memang masih layak untuk dilewati.

Kebanyakan orang-orang ini memiliki sawah, ada yang memang sawah pembelian sendiri dan bahkan kebanyakan adalah sawah peninggalan dari orang tua yang sudah turun temurun dari orang tua sejak dulu.

Pada bulan ini sudah menginjak musim kemarau, namun orang-orang disini masih memiliki harapan untuk menikmati hasil panennya. Saat ini hasil panen padilah yang ditunggu karena memang hampir 90% sawah didaerah ini ditanami padi. Meskipun waktu panennya tidak bersamaan,karena memang masa tanam padi yang berbeda jenis memiliki waktu panen yang berbeda-beda. Namun memang waktu selisih waktu panennya tidaklah lama, yaitu maksimal sekitar satu minggu.

bagaimanapun juga tetaplah segala rasa syukur selalu dilimpahkan kepada Sang Pencipta Allah SWT yang Maha Pemurah lagi Maha Kaya. Segala kekayaan hanyalah milik Allah SWT semata.

Akhirnya…

Yang ditunggu-tunggu telah tiba, terlihat dari kejauhan padi yang daunnya sudah menguning, dan padi yang sudah merunduk kebawah. Tak hanya angin segar yang dirasakan oleh para petani disini, namun juga angin kebahagiaan dan kepuasan yang luar biasa yang mereka rasakan. Melihat tahun ini bisa merasakan panen raya dan bisa menikmati hasil lelahnya bertani selama 3 bulan ini adalah suatu kebahagiaan yang luar biasa.

Pada waktu dulu saat memanen padi disini sudah terbiasa menggunakan tenaga manual atau yang kita dapat ketahui yaitu mesin perontok padi yang dijalankan oleh beberapa orang. Dimana ata yang memotong batang padi, kemudian ada yang mengumpulkan hasil potongan padi dan didekatkan dengan mesin perontok padi. Selain itu ada juga orang yang bagian menjalankan mesin perontok padi manual dengan mengayuh roda mesin, serta juga memasukkan pucuk tangkai padi kemesin perontok. Sehingga padi dapat terpisah dari batangnya dan menjadi butiran gabah yang kemudian dimasukkan ke dalah karung untuk diangkut dan siap untuk dijemur.

Namun pada saat ini, perkembangan teknologi dapat dengan cepat membantu pekerjaan manusia. Kini tenaga manusia sudah mulai jarang diperlukan karena sudah digantikan oleh mesin. Untuk mesin yang digunakan untuk memanen padi kini ada yang namanya Combine Harvester yang mana mesin ini telah menggantikan tenaga manual atau manusia, sehingga semakin mengurangi aktivitas manusia untuk bekerja. Padahal dominan masyaraat disini merupakan seorang petani yang membutuhkan pekerjaan seperti memanen padi di sawah orang lain.

Cara kerja mesin pemanen combine harvester ini memang sangatlah cepat, hanya dengan melibatkan dua atau tiga orang saja sudah bisa menyelesaikan memanen padi. Yang pada awalnya saat menggunakan mesin manual masih membutuhkan tujuh sampai sepuluh orang tenaga manusia. Memang hal ini menguntungkan, namun sangat merugikan bagi masyarakat sekitar jembatan gantung ini, karena meskipun saat panen mereka sudah susah mendapatkan pekerjaan lagi. Dan hal tersebut sangatlah memperngaruhi ekonomi disini. Karena orang yang tidak memiliki sawah luas akan benar-benar merasa kehilangan sumber pekerjaan dan ekonomi mereka saat panen raya tiba.

Tetapi, disisi lain ada beberapa orang disekitar jembatan gantung sidodadi yang tidak dapat menikmati hasil panen, dikarenakan gagal panen karena hama atau bahkan kekeringan.

Namun hal tersebut tidak mengurangi rasa semangat para masyarakat untuk terus berjuang demi bertahan hidup.

Disekitar jembatan gantung ini memang dominasi pekerjaan masyarakatnya adalah seorang petani dan serabutan. Bisa dikatakan perekonomian disini adalah menengah kebawah. Meskipun demikian mereka adalah orang-orang yang pandai bersyukur atas segala kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT begitupun semoga dengan kita.

Semoga kita selalu sehat. Dan selalu bersyukur akan nikmat.