hujan 2

Hujan Deras Menunda ke Jamarot

Hujan Deras Menunda ke Jamarot

Oleh : dr achmad budi k

Kegiatan yang ‘menguras’ energi dalam pelaksanaan ibadah haji telah terlalui dengan relativ kondusiv dan aman. Karena berbagai masalah yang timbul mendadak dan situasional sudah menemukan solusi yang dibenarkan syar’i. Alkhamdulillah jamaah haji bisa sedikit meluangkan waktu untuk istirahat, walau di tenda. Amalan selanjutnya di hari tasyrik adalah melontar jumroh.

Sekelompok jamaah haji berencana akan melaksanakan melontar jumroh pada hari Tasyrik pertama setelah solat ashar. Namun sekitar setengah jam menjelang solat ashar, tiba tiba cuaca berubah menjafi ahak gelap. Dan tak lama kemudian turun hujan yang disertai angin kencang serta petir.

Hal ini tentu saja berdampak pada kegiatan ibadah haji, yang saat ini banyak dilakuan di lapangan. Termasuk rencana melontar jumroh, terpaksa harus ditunda demi keamanan jamaah haji. Sehingga jamaah haji yang sudah siap beberapa puluh menit yang lalu, harus tetap berada di dalam tenda. Malahan karena hujan deras yang disertai angin kencang, menyebabkan beberapa sudut tenda terkena curahan hujan. Sehingga beberapa barang bawaan jamaah haji harus diamankan dari tetesan air hujan.

Setelah sekitar satu jam, hujan pun reda dan dengan semangat ibadah yang tetap tinggi, jamaah haji yang tergabung dalam KBIH Masy Madani berangkat menuju jamarot untuk melontar jumroh.

Untuk melaksanakan melontar hari Tasyrik kedua, tidak ada kendala dan semua kami lakukan dengan lancar. Maka selesailah rangkaian ibadah haji di Mina dan jamaah kembali ke Mekah, karena dengan pertimbangan kondisi yang ada, kita sepakat memilih sebagai Nafar Awal.

Allahu akbar, manusia hanya mampu sebatas merencanakan saja, dan Allah lah yang Maha Penentu dalam segala hal. Semoga salah satu ujian kita saat menunaikan ibadah haji ini akan bisa kita ambil hikmahnya dalam menjaga kemabruran haji kita.

Semoga kita selalu sehat.