lelah dimuzdalifah

Lelah di Muzdalifah Penuh Hikmah

Lelah di Muzdalifah Penuh Hikmah

Oleh : dr achmad budi k

Selepas Maghrib, jamaah haji telah usai wuquf di Arofah. Ibadah selanjutnya, Mabit di Muzdalifah. Alkhamdulillah hujan sedah reda, namun dampak dari hujan, aliran listrik padam. Tanpa AC mungkin masih bisa dimaklumi.

Masalah baru muncul setelah lepas maghrib, terutama saat jamaah haji harus bersiap diri untuk mobilisasi ke Muzdalifah. Karena beberapa barang jamaah harus diletakkan dibeberapa sudut tenda yang harus dicari dalam suasana gelap.

Saat melelahkan yang kedua, ketika antri giliran diantar bis ke Muzdalifah. Karena harus antri dan menunggu di dalam krangkeng. Bis yang tersedia memang dikurangi terkait kepadatan lalu lintas hari H ini.

Di Muzdalifah jamaah haji melakukan solat maghrib dan isya, dijamak dan diqoshor. Setelah itu mencari kerikil untuk melempar jumroh dan beristirahat, kami tiba di Muzdalifah sekitar pk 24.00 dan rasanya belum sempat beristirahat, sudah ada info agar bersiap diri untuk mobilisasi ke Mina. .

Yang melelahkan ketiga, ketika antri bis, baru dapat bis setelah solat subuh pk 04.26. Sehingga jamaah haji kurang bisa istirahat, karena tiba di Mina sekitar 05.15, dalam keadaan lelah. Bahkan banyak jamaah yang pingsan saat antri bis di Muzdalifah.

Namun semua itu kita mendapat hikmah bisa melaksanakan solat subuh di Muzdalifah sesuai yang dilakukan oleh Rasulullah. Dan hikmah lain yang sangat mahal adalah terujinya keSabaran kita.

Dengan hikmah yang kita petik ini semoga menambah modal kemabruran haji kita.

Semoga kita selalu sehat.